"Sekarang sudah tidak ada masalah setelah ada kesepakatan," ujar Wakil Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Ali Maulana saat dikonfirmasi, Kamis (5/11/2015).
Ia memastikan, Pemprov DKI tidak ada masalah dengan Pemkot Bekasi. Begitu juga dengan warga dari Cileungsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Ali, sebenarnya tidak ada masalah dengan jam operasional pengiriman sampah dari Jakarta ke Bantargebang. Imbasnya mungkin hanya terjadi peningkatan penumpukan sampah di Jakarta.
"Karena kita memaksimalkan daya angkut truk. Sampah sendiri tonasenya fluktuatif. Jadi tidak bisa dibilang 6.300 (ton), kemudian besoknya 6.500 selanjutnya bisa jadi 7.000 perhari. Kalau begini, hanya bisa mengangkut satu sehingga timbul kekhawatiran jika sampah di DKI Jakarta meningkat akan terjadi penumpukan karena tidak maksimal," imbuhnya.
Dampak pembatasan operasional terhitung sejak pemblokiran jalan pada Senin (2/11) di Cileungsi. Terjadi penurunan angka besaran sampah yang terangkut ke Bantargebang. (edo/mok)











































