Ita (24), warga Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, terpaksa mencium bau tidak sedap setiap melewati sampah yang juga tidak juga dibawa ke Bantargebang. Dia harus menutup hidung setiap melewati tempat pembuangan sampah (TPS) Cipinang Besar Selatan, Jaktim.
"Satu-satunya jalan lewat sini. Ya cukup terganggu, bau banget soalnya," ujar Ita, Kamis (5/11/2015).
![]() |
Pengalaman serupa dirasakan Ali (61). Bau sampah itu tercium sampai ke dalam rumahnya. Menurut Ali, warga yang mayoritas memiliki bayi dan anak sering menangis dan rewel akibat bau sampah yang sudah 3 hari tidak diangkut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Sampah biasanya dibawa dari TPS di dekat rumahnya setiap pukul 02.00 WIB. Namun sampah kembali ditimbun ke TPS karena adanya ancaman truk akan dibakar di Cileungsi.
"Mobil diancam mau dibakar. Yang mengadang sekitar 50-an warga," tutur warga RT 03 RW 05 ini.
![]() |
Irpan (53), pengangkut sampah dari RT ke TPS juga ketiban repot. Dia menyatakan, sampah yang tertumpuk 3 hari ada 6 gerobak. Setiap RT menyumbang 2 gerobak sampah setiap hari.
"Warga juga protes, gimana sih Bang, sampah nggak diangkut-angkut. Saya jawab, emang nggak nonton berita? Makanya nonton berita Bu, jangan nonton sinetron saja. Sinetron kan cerita bohong, kalau berita itu isinya cerita benar," urai Irpan.
![]() |
Saat ini, sampah di Jakarta sudah bisa diangkut ke Bantargebang lewat Cileungsi namun jam operasionalnya hanya pukul 21.00 - 05.00 WIB. Meski sampah telah kembali bisa dikirim, namun jumlah kirimannya merosot sehingga sampah harus 'mengeram' lebih lama di dipo-dipo TPS.
Irpan berujar, jika cuaca baik sampah yang bertumpuk tidak akan berbau tajam. "Untungnya sekarang nggak hujan, kalau sampai hujan pasti bau banget," ujarnya.
(nwy/nrl)














































