Nasir menyebut ada beberapa tantangan yang dimaksud seperti di antaranya ketimpangan kesejahteraan serta daya saing bangsa masih lemah.
"Saya ingin mencoba satu pemahaman untuk menyiapkan sumber daya manusia. Kalau kita perhatikan, kalau ingin menyiapkan maka kita harus lihat sumber daya manusia itu sendiri. Ada tantangan kemiskinan, ketimpangan kesejahteraan, pengangguran, kebodohan dan keterbelakangan, dan daya saing bangsa masih lemah," ujar Nasir dalam sambutannya di seminar nasional Pendidikan Agama di Wilayah Perbatasan di Kementerian Agama, Jl MH. Thamrin, Jakarta, Kamis (5/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, dari mutu masih banyak program studi yang belum memenuhi standar nasional pendidikan tinggi. Ada beberapa persoalan lain yang mesti diperbaiki seperti Angka Partisipasi Kasar harus ditingkatkan dengan penambahan fasilitas, perbaikan metodologi, dan penambahan jumlah universitas.
"Publikasi internasional dosen masih minim. APK (Angka Partisipasi Kasar, red) masih perlu ditingkatkan. Masih ada kesenjangan APK antar daerah. Sedikit sekali hasil penelitian perguruan tinggi yang bermanfaat bagi masyarakat. Dan banyak sarjana yang menganggur," tuturnya. (hty/aan)











































