Ahok: Kinerja Pemprov DKI Sangat Memuaskan Berkat 'Permainan Bola'

Ahok: Kinerja Pemprov DKI Sangat Memuaskan Berkat 'Permainan Bola'

Muhammad Iqbal - detikNews
Kamis, 05 Nov 2015 10:25 WIB
Ahok: Kinerja Pemprov DKI Sangat Memuaskan Berkat Permainan Bola
Foto: M Iqbal/detikcom
Jakarta - Kinerja aparat Pemprov DKI Jakarta dinilai Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sangat memuaskan. Ini buah dari diterapkannya aturan bagaikan 'permainan bola'. Begini cara kerjanya.

"Pak Menteri, setahun ini rekan-rekan di Pemprov DKI menunjukkan kinerja yang sangat memuaskan," kata Ahok.

Hal ini disampaikan Ahok saat melaporkan kinerja pemerintahannya selama setahun di hadapan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Yuddy Chrisnandi, dalam acara  bertajuk 'Sosialisasi Inovasi Pelayanan Publik Menuju One Agency-One Innovation di Ruang Pola Blok G, Balai Kota, DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (5/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ahok, kinerja di Pemprov DKI menjadi baik karena diterapkan aturan bagai permainan sepak bola. Eselon II adalah pelatih, eselon III dan IV pemain mulai kiper, gelandang, dan lainnya.

"Kalau pemain tak mau lari maka pelatih harus mengganti mencari yang lebih baik. Penyerang jago gocek tapi nafasnya payah, bola sudah ke belakang dia nunggu, udah offside mulu, pasti pelatih ganti," ujarnya dalam forum yang dihadiri camat, lurah dan wali kota se-DKI itu.

Ia menjelaskan apabila pelatihnya tak mau ganti pemain maka gubernur sebagai manajer klub terpaksa mengganti pelatih. Proses pergantian pemain, atau pelatih itu, kata Ahok, berlangsung cepat di DKI Jakarta menyusul pembenahan yang digencarkan.

"Jangan heran kami gantinya cepat, pemain cadangannya juga banyak," kata Ahok.

Ahok yakin pelayanan publik di DKI Jakarta makin baik bersamaan dengan makin baiknya kinerja Pemprov DKI Jakarta. Dengan begitu,  Ahok berharap bisa mendeklarasikan penghapusan stigma PNS malas, korup dan tak mau melayani pada tahun 2016.

"Stigma PNS malas, korup, tidak mau melayani, tidak pantas memimpin, itu salah. Sama dulu kami politisi, pejabat itu malas, korup, nggak mau kerja. Saya ikut Jokowi kita buktikan stigma itu salah," kata Ahok. (aan/nrl)


Berita Terkait