"Pak Menteri, setahun ini rekan-rekan di Pemprov DKI menunjukkan kinerja yang sangat memuaskan," kata Ahok.
Hal ini disampaikan Ahok saat melaporkan kinerja pemerintahannya selama setahun di hadapan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Yuddy Chrisnandi, dalam acara bertajuk 'Sosialisasi Inovasi Pelayanan Publik Menuju One Agency-One Innovation di Ruang Pola Blok G, Balai Kota, DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (5/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau pemain tak mau lari maka pelatih harus mengganti mencari yang lebih baik. Penyerang jago gocek tapi nafasnya payah, bola sudah ke belakang dia nunggu, udah offside mulu, pasti pelatih ganti," ujarnya dalam forum yang dihadiri camat, lurah dan wali kota se-DKI itu.
Ia menjelaskan apabila pelatihnya tak mau ganti pemain maka gubernur sebagai manajer klub terpaksa mengganti pelatih. Proses pergantian pemain, atau pelatih itu, kata Ahok, berlangsung cepat di DKI Jakarta menyusul pembenahan yang digencarkan.
"Jangan heran kami gantinya cepat, pemain cadangannya juga banyak," kata Ahok.
Ahok yakin pelayanan publik di DKI Jakarta makin baik bersamaan dengan makin baiknya kinerja Pemprov DKI Jakarta. Dengan begitu, Ahok berharap bisa mendeklarasikan penghapusan stigma PNS malas, korup dan tak mau melayani pada tahun 2016.
"Stigma PNS malas, korup, tidak mau melayani, tidak pantas memimpin, itu salah. Sama dulu kami politisi, pejabat itu malas, korup, nggak mau kerja. Saya ikut Jokowi kita buktikan stigma itu salah," kata Ahok. (aan/nrl)











































