Tewas Tertabrak KA di Semarang, Pemotor Masuk ke Kolong Kereta

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 05 Nov 2015 10:06 WIB
Foto: Angling Adhitya Purbaya
Semarang - Kecelakaan maut melibatkan kereta api, mobil, dan motor terjadi di perlintasan Jalan Kaligawe, Semarang, Jawa Tengah. Pengendara motor tewas seketika dengan kondisi mengenaskan, sedangkan pengendara mobil dilarikan ke RS Sultan Agung.


Peristiwa terjadi sekitar pukul 08.00 WIB, Kamis (5/11/2015). Saat itu palang perlintasan akan tertutup. Namun sejumlah kendaraan masih melintas hingga akhirnya ketika KA Kalijaga melintas dari arah selatan, kecelakaan tidak terhindarkan.


KA jurusan Purwosari-Semarang Poncol yang melaju kencang dari arah selatan langsung menghantam mobil Suzuki Ertiga H 9432 UF dan motor Yamaha Force H 6756 H0 dari arah barat.

"Saya dengar suara brak! Mobil sudah terpental dan motornya terseret. Kereta langsung berhenti," kata warga di sekitar lokasi kejadian, Julia (43) kepada detikcom, Kamis (5/11/2015).

Mobil terpental ke sisi utara dengan kondisi rusak parah. Sedangkan pemotor yang terseret hingga ke kolong kereta sehingga luka parah.

"Sekarang masih ada korbannya yang meninggal di kolong kereta," kata Julia sembari menunjuk ke kolong kereta.

Berdasarkan informasi, korban meninggal adalah perempuan bernama Nurul Ani (31). Dia merupakan warga Perum Graha Wijaya Kusuma Asri Blok E 1RT 2 RW 3 Karanganyar, Kecamatan Tugu, Semarang.

Sementara itu, pengemudi mobil terluka lalu dibawa ke RS Sultan Agung. Kapolsek Gayamsari Kompol Dili Yanto mengatakan, saat ini pihaknya masih mengumpulkan keterangan saksi atas kejadian itu.

"Korban meninggal satu dan pengendara mobil yang diketahui luka-luka dibawa ke RS Sultan Agung," kata Dili.

Arus lalu lintas sempat dihentikan lebih dari satu jam karena kereta berhenti dan proses evakuasi. Kendaraan roda empat dan roda dua dari arah timur dialihkan ke tol sedangkan dari barat dialihkan ke gang-gang.

"Sementara kami alihkan sampai proses evakuasi dan olah TKP selesai," kata Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Pungky Bhuana.

Salah satu saksi kunci, Toni (57), warga Nakula Raya no 52, Semarang Tengah, masih dimintai keterangan kepolisian. Ia mengatakan saat kejadian dirinya mengendarai truk tangki dan berhenti di balik palang tepat di belakang korban.

"Jadi setelah ada kereta pertama lewat terus palang kebuka. Motor dan mobil kemudian lewat perlahan karena kondisi jalan rusak. Dari selatan ternyata ada kereta dan palangnya mau nutup tapi kan enggak sampai. Terlambat," ujar Tony.

Tony melihat jelas ketika bagian belakang mobil Ertiga masih berada di rel. Sedangkan korban dari pemotor tepat berada di belakang mobil sehingga tidak bisa berbuat banyak.

"Mbaknya (korban pemotor) cuma bisa teriak-teriak sampai akhirnya ketabrak," ujar Tony.

Penjaga palang pintu Tri Ahmad mengatakan motor dan mobil tersebut menerobos padahal palang perlintasan dan peringatan sudah diaktifkan.

"Mereka menerobos, padahal sudah menutup," kata Tri Ahmad.

Hingga saat ini lalu lintas yang melintasi jalur perlintasan itu masih ditutup. Olah TKP masih dilakukan. Sejumlah pejabat kepolisian Jawa Tengah dan anggota Brimob turun ke lokasi.

(alg/nwy)