Pos Perbatasan yang Luput dari Perhatian di NTT

Pos Perbatasan yang Luput dari Perhatian di NTT

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Kamis, 05 Nov 2015 05:27 WIB
Pos Perbatasan yang Luput dari Perhatian di NTT
Foto: Aditya Fajar/detikcom
Jakarta - Pos Lintas Batas Negara Indonesia (PLBN) Indonesia dengan Timor Leste saat ini tengah menjadi perhatian serius dari Pemerintah. Namun masih banyak pos perbatasan lainnya yang luput dari perhatian.

Dalam persoalan garis batas, Pulau Timor yang berbatasan darat secara langsung dengan Timor Leste, emiliki banyak pos perbatasan lainnya seperti di Aplal, Nelu, El Binose, dimana menurut pengakuan para prajurit yang bertugas disana sarana dan prasarananya sangat minim.

"Kalau pembangunan pos lintas batas negara si wajar saja dibangun karena untuk lintas negara. Tapi coba tengok pos-pos perbatasan di daerah-daerah yang terkucil, bisa dibilang sarana dan prasarananya minim," kata Pasi Intel Yon Armed 11 Kostrad Lettu Supriyanto, Rabu (4/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya masih banyak pos perbatasan lain yang luput dari perhatian pemerintah. Bahkan ada beberapa pos di wilayah pegunungan Nusa Tenggara Timur yang hanya bisa diakses dengan berjalan kaki, untuk bisa tiba disana.

"Hanya yang setengah waras saja yang mau ke APLAL (Ambon Pati Lombok Ambon Lombok) patok posnya membawahi enam desa dan medannya sangat berat, 2 hari 2 malam itu pun harus jalan kaki, logistik saja kirim lewat helikopter, kalau hujan putus sudah," tutur Danpos wilayah Aplal NTT Lettu Abdul Farid.

Senada dengan dengan Abdul, Danpos Nelu Sertu Sodibin bercerita bagaimana sulitnya berada di pos perbatasan. "Di Nelu dan El Binose, itu yang harusnya jadi perhatian pemerintah, mayoritas itu kesulitannya air dan sinyal, bahkan kalau orang sana bilang Indonesia merdeka tahun 2012 karena baru pertama kali liat motor, belum ada kemerdekaan untuk listrik di pos-pos perbatasan," ceritanya.

Sebelumnya pun, Satgas Pantas Armed 11 Kostrad Letkol Teguh Tri Priyanto pun sempat memaparkan, bagaimana kesulitan yang dihadapi oleh prajurit yang berjaga di pos perbatasan.

"Sepanjang pos perbatasan di wilayah TTU yang sangat menjadi perhatian adalah kurangnya prasaranan seperti listrik dan sarana komunikasi yang sangat kurang bagi kami di pos-pos perbatasan, saat menjauh dari permukiman komunikasi akan sangat terhambat untuk pendukung kegiatan. Selain itu tidak ada kendaraan taktis, membuat satgas terhambat dalam melakukan pencegahan di sekitar pos perbatasan," kata Teguh dalam pemaparan laporannya didepan kunjungan Menko Polhukam dan Mendagri di Wini, Kabupaten Timur Tengah Utara, NTT.

Saat ini, pemerintah sedang menata ulang PLBN ini dengan melakukan pembangunan pos lintas batas baru di lokasi yang sama. Konsep yang diterapkan pun jauh berbeda dengan konsep yang diterapkan sebelumnya. (adit/khf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads