Hal ini disampaikan Presiden PKS Muhammad Sohibul Iman saat konferensi pers usai Mukernas IV PKS di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Rabu (4/11/2015).
"PKS ingin naik kelas dari partai papan tengah menjadi papan atas. Kami menetapkan saat Munas kemarin, agregatnya 12 persen," kata Sohibul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Pileg kemarin) Ada yang sudah 12 persen ke atas, sudah banyak. Ada juga yang di bawah," kata Sohibul.
Cara untuk meraih 12 persen raihan suara Pileg 2019, yakni PKS akan menjalankan program "pencalegan dini'. Jadi, calon-calon anggota legislatif dari PKS akan ditentukan lebih awal supaya bisa lebih awal pula berkomunikasi dengan calon pemilihnya.
"Ketika pencalegan terlalu dekat, maka tidak ada kesempatan yang luas untuk berinteraksi dengan calon konstituen," kata Sohibul merujuk pada evaluasi Pileg 2014.
Selain itu, PKS bakal terus menggalakkan jargon 'berkhidmat untuk rakyat'. PKS melalui kadernya bakal terus melayani masyarakat. Dengan demikian diharapkan masyarakat jadi tertarik memilih PKS.
Untuk Mukernas IV PKS ini, partai dakwah ini menetapkan 70 program srategis nasional untuk lima tahun ke depan. Di antaranya adalah program pemenangan Pileg 2019 dengan target sebesar 12 persen, jaring capres 2019 dan pemenangan Pilkada dengan capaian 30 persen provinsi dan 40 persen kabupaten kota.
Ada pula program yang dilaksanakan di DPR dan DPRD, yakni usulan RUU Ketahanan Keluarga dan RUU Kewirausahaan, dan usaha mengubah politik biaya mahal menjadi berbiaya murah lewat dorongan sistem proporsional tertutup pada Pileg 2019. (dnu/rvk)











































