"Awalnya dia bisa masuk ke dalam karena petugas bandara mengira dia polisi. Tetapi setelah diawasi, gerak-geriknya mencurigakan sehingga langsung diamankan oleh anggota," kata Kapolres Bandara Soekarno-Hatta AKBP Roycke Harry Langie dalam keterangannya kepada detikcom, Rabu (4/11/2014).
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Azhari Kurniawan mengatakan, warga asal Gunungputri, Kabupaten Bogor itu diamankan pada Selasa (3/11) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena curiga dengan gerak-geriknya, petugas kemudian menginterogasi pelaku. Pelaku saat ditanya dinas di mana tidak memberikan jawaban yang jelas.
"Dia mengaku dinas di Polda tetapi saat ditanya pejabat Polda dia tidak tahu," katanya.
Petugas kemudian menggeledah pelaku. Saat digeledah, ditemukan adanya KTA Polri palsu, 2 lembar KTP dan 2 SIM dengan identitad sama tetapi pekerjaan berbeda (yang satu Polri dan satunya lagi karyawan swasta).
"Kemudian mobil Luxio miliknya juga menggunakan pelat dinas polisi palsu," imbuhnya.
Kepada polisi, polisi gadungan ini mengaku membuat KTA palsu sejak Februari 2015 lalu. "Dia mengaku menggunakan seragam palsu untuk gaya-gayaan dan mobilnya dipasangi rotator dan sirine biar mudah kalau macet," tutupnya.
Pria ini kini masih diamankan di Polres Bandara Soekarno-Hatta. Penyidik menjeratnya dengan Pasal penyalahgunaan atribut yang bukan kewenangannya. (mei/khf)











































