Upaya negosiasi yang dilakukan Kapolrestabes Makassar Kombes Rusdi Hartono pada mahasiswa berujung buntu. Mahasiswa yang membawa nama lembaga HMI Cabang Gowa Raya ini tetap ngotot meminta Kapolda Sulsel Irjen Pol Pudji Hartanto datang menemui mahasiswa untuk meminta maaf atas perbuatan anggotanya.
Aksi pemblokiran jalan yang berlangsung sejak pukul 15.00 Wita ini kemudian terpaksa dibubarkan oleh aparat kepolisian saat waktu menunjukkan pukul 18.30 wita. Saat dibubarkan aksi perang batu pun tidak dapat dihindarkan. Puluhan personel polisi menembakkan gas air mata dan mengerahkan mobil water canon untuk menggiring mahasiswa UIN Alauddin masuk ke dalam kampusnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah aksi demonstrasi anarkistis dibubarkan aparat, situasi di sekitar kampus yang dulunya bernama IAIN Alauddin masih terlihat tegang. Tidak ada mahasiswa yang diamankan dalam bentrokan ini.
Polisi masih berjaga-jaga di sekitar pertigaan jalan Alauddin-AP Pettarani guna mengantisipasi bentrok susulan antar dua kubu. Saat ini arus lalu lintas dari dua arah Makassar menuju Gowa sudah mulai lancar. (mna/rvk)










































