"Waktu kasus (Pasar Turi) itu ramai, proses penjurian sedang berlangsung. Kami menunggu dan akhirnya ada keputusan tidak ada masalah dalam kasus itu. Kami yakin Risma layak mendapatkan (penghargaan ini)," kata salah satu anggota dewan juri BHACA 2015, Endy M Bayuni dalam jumpa pers di kafe Bakoel Koffie, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Rabu (4/11/2015).
"Tapi kami berharap Risma akan tetap konsisten dengan sikapnya yang transparan," ucapnya.
Risma menjadi penerima penghargaan ini bersama Bupati Batang, Jawa Tengah Yoyok Riyo Sudibyo. Rekam jejak Risma selama memimpin Surabaya dinilai membuatnya layak menerima penghargaan ini.
Kandidat untuk BHACA sejatinya ditujukan juga untuk petinggi BUMN dan lembaga negara lainnya. Tapi dari 16 nama yang diterima, sebagian besar diisi oleh kepala daerah. Bahkan saat seleksi mengerucut menjadi 6 besar pun, setidaknya ada 4 kepala daerah yang namanya kembali diseleksi oleh dewan juri hingga keluar nama Risma dan Yoyok.
Ketua Dewan Pengurus Harian BHACA, Natalia Subagjo mengatakan penghargaan ini murni melihat rekam jejak dan prestasi dari para finalis. Ia tak ambil pusing jika ada pihak yang menilai penghargaan ini bernilai politis. Terlebih karena Risma kembali maju dalam kontestasi kepala daerah di Surabaya.
"Kita tidak terlalu menaruh perhatian pada Pilkada. Tujuan kami ingin mengangkat individu yang inspiratif dan konsisten. Apakah akan ditunggangi kepentingan lain, itu di luar ranah kami karena kami melihat prestasi dan nilai antikorupsi yang bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga lingkungannya," ujar Natalia.
Lalu, apa tanggapan Risma menerima penghargaan ini?
"Saat kita hubungi, Bu Risma minta waktu untuk berpikir. Sebagian besar yang menerima pasti seperti itu. Mungkin meminta pendapat berbagai pihak sampai akhirnya diiyakan (untuk diterima)," sambungnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan selama BHACA diselenggarakan sejak 2010, belum ada penerima penghargaan yang ditarik kembali. Beberapa nama tenar seperti komisioner KPK Busyro Muqqodas, Jokowi adalah tokoh-tokoh yang diberi penghargaan jauh sebelum menduduki jabatannya saat ini.
"Pak Jokowi kita beri penghargaan saat menjadi wali kota di Solo. Ternyata beliau bisa menjadi gubernur bahkan sampai presiden," sambungnya.
Ia berharap Risma dan Yoyok dapat membagi pengalaman serta menginsirasi kepala daerah lainnya untuk membuat transparansi birokrasi yang baik serta berbuat yang terbaik untuk daerah mereka.
"Karena apa yang dilakukan keduanya sangat bisa diduplikasi kepala daerah lainnya," pungkasnya. (mnb/mok)











































