Istri Korban Penembakan Ingin Serda Yoyok Dihukum Mati

Istri Korban Penembakan Ingin Serda Yoyok Dihukum Mati

Farhan, - detikNews
Rabu, 04 Nov 2015 16:54 WIB
Istri Korban Penembakan Ingin Serda Yoyok Dihukum Mati
Foto: Farhan
Cibinong - Marsin Jasmani (40), korban penembakan oleh oknum anggota TNI, telah dikebumikan di Taman Pemakaman Umum Cirimekar, Kelurahan Cirimekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Korban dimakamkan di lokasi TPU yang berjarak 1 Km dari kediaman korban.

Pemakaman dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB, Rabu (4/11/2015). Tidak hanya dihadiri pihak keluarga, pemakaman pegawai toko elektronik ini juga dihadiri oleh TNI dan Polri serta puluhan anggota organisasi keluarga Banten. Isak tangis istri korban, Siti Masitoh (39) dan kerabat lainnya, mengiringi proses pemakaman.

Ditemui di rumah duka usai pemakaman, Siti Masitoh mengaku sudah memaafkan perbuatan keji Serda Yoyo. Namun, ia berharap hukuman untuk Serda Yoyok setimpal dengan perbuatannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau memaafkan, saya memaafkan. Mau gimana lagi, karena kan sudah terjadi. Tapi saya mau hukumnya tetap berjalan, harus dihukum setimpal," kata Siti Masitoh saat ditemui di rumah duka. "Kalau perlu dihukum mati," tambahnya.

Siti Masitoh mengatakan, Marsin merupakan sosok suami yang bertanggungjawab. Sebagai tulang punggung, ia rela kerja serabutan untuk mencari uang.

"Sudah dua tahun kerja di toko itu. Tapi nggak selalu kerja, kadang diliburin juga karena ngga ada kerjaan. Makanya dia juga ngojek di ITC Cibinong, buat tambah-tambah," kata Masitoh, perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai perusahaan garmen ini.

Sebelum tewas ditembak Serda Yoyok, Marsin memang tengah dalam perjalanan pulang bersama rekan-rekannya. "Tapi mungkin mau beli bensin dulu di SPBU itu. Seharusnya sebelum SPBU dia belok kalau mau ke rumah," terangnya.

Saat penembakan, Masitoh sendiri mengaku masih berada di tempat kerjanya. "Saya ditelepon, disuruh pulang, tapi ngga dikasih tahu alesannya. Pas di rumah baru tau kalau suami saya meninggal," katanya.

Sebelum tewas ditembak, pria yang dikenal istri sebagai sosok pecinta olahraga sepak bola ini, sempat mengantar sang istri ke tempat kerjanya pada pagi hari. "Terus dia anter anak saya yang kecil ke Cilodong, dititip ke saudara saya. Setelah itu, dia (Marsin) berangkat kerja. Setiap hari begitu, setiap hari antar saya kerja," aku Masitoh.

Sementara Mahyudin, Ketua RT setempat mengatakan, Marsin merupakan warga asli Banten yang sudah menetap di lingkungannya sejak lama. Setiap hari, Marsin bekerja sebagai pengojek sepeda motor dan pegawai toko di Pasar Cibinong. Marsin meninggalkan seorang istri bernama Siti Masitoh, seorang anak perempuan bernama Mela, seorang anak lelaki bernama Irgi dan seorang cucu dari pernikahan Mela yang kini berusia 17 tahun.

Masrin tewas ditembak di depan  SPBU 34-16803 di Jalan Mayor Oking, Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, setelah sempat beradu mulut karena kendaraannya bersenggolan dengan kendaraan Serda Yoyok. Ditengah keramaian warga dan pengendara, Serda Yoyo menembak mati Marsin dengan peluru tepat di dahi dan tembus ke kepala bagian belakang. Serda Yoyok yang berhasil ditangkap petugas Polsek Citeureup kemudian diserahkan ke Polres Bogor untuk selanjutnya ditangani pihak TNI. (dra/dra)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini