Suryadharma Bantah Minta Loloskan Perumahan Jemaah Haji yang Tak Layak

Sidang Suryadharma Ali

Suryadharma Bantah Minta Loloskan Perumahan Jemaah Haji yang Tak Layak

Ferdinan - detikNews
Rabu, 04 Nov 2015 13:43 WIB
Suryadharma Bantah Minta Loloskan Perumahan Jemaah Haji yang Tak Layak
Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta - Bekas Menteri Agama Suryadharma Ali, membantah pernah memberi perintah kepada Direktur Pelayanan Haji Kemenag saat itu Zainal Abidin Supi, untuk meloloskan perumahaan bagi jemaah haji pada tahun 2010 di Syare' Mansyur.

"Soal Syare' Mansyur, saya merasa tidak pernah nelepon Saudara. Itu masalah teknis dan saya beri 5 kriteria. Apa pun 5 kriteria harus terpenuhi," ujar Suryadharma memberi tanggapan atas kesaksian Zainal Abidin dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (4/11/2015).

Suryadharma keberatan dengan keterangan soal perumahan Syare' Mansyur yang memberatkan dirinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya heran kenapa Syare' Mansyur jadi fokus? Sebab setahu saya, persoalan ini selalu ada. Saya selalu memberikan kriteria, satu cocok rumah, cocok harga, cocok jarak, cocok aturan pemerintah Saudi Arabia, cocok sejarah karena dia ingkar janji tahun depan dia tidak kita pakai," kata Suryadharma memberikan sanggahan.

Namun Zainal menegaskan soal adanya telepon dari Suryadharma setelah perumahan Syare' Mansyur ditolak tim penyewaan perumahan yang dipimpinnya. "Saya paham itu perintah," jawab Zainal menanggapi pertanyaan pengacara Suryadharma, Humprey Djemat.

Dalam persidangan, Zainal membeberkan alasan menggunakan perumahan di Syare' Mansyur meski dinyatakan tidak layak.

"Pak menteri menanyakan kepada saya kenapa yang diajukan Mukhlisin ditolak? Saya jawab jauh, tidak familiar dan rawan kriminalitas. Kemudian Pak menteri melanjutkan pemilik rumah akan menyediakan transportasi dan menyediakan pos pengamanan agar jemaah yang tinggal di situ merasa terayomi. Kalimat itu saya jawab baik Pak," kata Zainal.

Perumahan di Syare' Mansyur memang ikut diseleksi tim penyewaan perumahan atas pengajuan Cholid Abdul Latief. "Wilayahnya tidak familiar kemudian juga agak sedikit rawan. Ini informasi dri kawan-kawan yang memang tinggal di sana dan kita tolak," papar Zainal.
Setelah perumahan di Syare Mansyur diterima, Zainal mendapat laporan soal penyediaan bus shalawat yang disyaratkan untuk mempermudah perjalanan jemaah haji ke Masjidil Haram.

"Ada informasi dalam waktu seminggu disediakan bus selawat dan ada pos. Setelah itu saya dapat laporan pemilik rumah itu tidak menyediakan sehingga Dakker mengambil alih untuk menyediakan bus guna kelancaraan jemaah untuk menuju Masjidil Haram," sambung dia.

Akhirnya Dakker mengambil alih penyediaan transportasi untuk jemaah haji. Pada tahun 2011, perumahan Syare' Mansyur masuk daftar hitam (blacklist) karena Cholid tidak memenuhi janji soal sarana transportasi dan pos keamanan. (fdn/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads