"Jadi ketika Gary ditangkap malam hari, saya telepon Indah saya khawatir ikut terseret, saya bilang buang saja. Saya spontan," kata Afrian saat bersaksi dalam sidang lanjutan OC Kaligis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (4/11/2015).
Saat itu, Boy--panggilan akrab Afrian--memang sama-sama menjadi asisten OC Kaligis. Boy mengaku meminta Indah membuang HP karena khawatir terkait penyadapan dari KPK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada persidangan 1 Oktober 2015, Indah yang menjadi saksi dalam sidang OCK mengakui pernah membuang HP atas perintah Boy.
"Buang saja," jawab Indah menirukan perintah Boy dalam persidangaan saat itu.
"Itu saran dari Afrian Bondjol?" tanya Jaksa berupaya menegaskan. "Iya," tegas Yurinda.
Bukan cuma membuang HP, Indah pernah berencana pergi ke luar negeri meski dirinya sudah berstatus dicegah imigrasi atas permintaan KPK.
"(Sudah direncanakan-red) sebelum lebaran, saya berencana keluar negeri bersama keluarga saya," ujarnya. Namun Indah gagal pergi karena paspornya ditahan pihak imigrasi lantaran sudah berstatus cegah ke luar negeri. (fdn/hri)











































