"Posisi jenazah saat ditemukan posisinya telentang berlumuran darah, mulutnya kayak disumpal daster. Kalau kata saya itu kayak disekap," kata tetangga korban, Sri Hartati, saat ditemui detikcom di rumahnya di Jalan H Sabar, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (4/11/2015).
"Di sana juga ada pisau, anting sebelah hilang," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat dipanggil dan pintu diketok, Wiji tak merespons. Pintu rumah Wiji juga dalam keadaan terkunci. Akhirnya salah satu tetangga naik ke genteng untuk masuk ke dalam dan menemukan Wiji sudah tak bernyawa. Wiji tinggal sendiri, dia tak memiliki anak dan suaminya sudah meninggal 3 tahun lalu, sehingga tak ada yang mengetahui apa yang terjadi di dalam rumah itu.
"Habis kejadian dibawa ke rumah sakit Polri, terus dibawa ke Klaten (kampung halaman Wiji)," katanya.
Sebelumnya Kasubag Humas Polres Jakarta Timur Kompol Husaima menduga korban tewas akibat dianiaya. Jenazah korban ditemukan di rumahanya di Jalan H Sabar, nomor 67, RT 04 RW 01, Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, sekitar pukul 15.30 WIB, Selasa (3/11/2015).
Husaima menambahkan berdasarkan hasil identifikasi sementara, korban ditemukan meninggal dunia dengan posisi terlentang di kamar ruang tengah. Dari mulut korban keluar darah dan jari telunjuk kanan dan kepala belakang korban luka lebam. (slm/nrl)











































