Menurut informasi yang diberikan Ketua Paguyuban seni batik Cianjur Hari Sastra kepada detikcom, batik motif lodaya tersebut sampai saat ini masih dalam bentuk produksi. Untuk tiap lembar batik yang laku dijual hasil royaltinya akan langsung disumbangkan untuk kegiatan seni, budaya dan sosial.
"Batik lodaya asli hasil karya dari AKBP Guntur, bergambar kepala macan kumbang dan api sebagai bentuk lambang kebanggaan korps Polda Jawa Barat. Selain punya jiwa sosial tinggi beliau ini punya jiwa seni, sejak beliau menjabat sebagai penyidik di KPK, karya batik lodaya ini telah dipercayakan kepada kami untuk dikelola dan dikembangkan untuk selanjutnya setiap lembar hasil penjualan akan disumbangkan untuk kegiatan sosial, budaya dan seni," ujar Hari kepada detikcom sekira pukul 08.45 WIB, Rabu (4/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Batik ini sudah dinoktahkan sebagai kebanggan korps kepolisian di Jawa Barat pada perayaan hari Bhayangkara kemarin. Dukungan tersebut juga diiringi dengan produksi massal batik dalam bentuk cetak maupun manual," imbuhnya.
Baca juga infografis: Memasak Batu di Kota Santri
Hari berharap, batik itu nantinya akan dipakai secara menyeluruh baik oleh korps kepolisian maupun masyarakat umum dengan motif sama namun bentuk-bentuk lain hasil pengembangan.
"Saya mendorong bagi siapa saja yang peduli karya seni asli indonesia untuk membeli hasil karya ini, selain membeli juga ikut memberikan sumbangan bagi kegiatan sosial lainnya," tandas dia. (dra/dra)










































