Ibu Masak Batu Akan Dibantu Permodalan oleh Kapolres Cianjur

Ibu Masak Batu Akan Dibantu Permodalan oleh Kapolres Cianjur

Syahdan Alamsyah, - detikNews
Rabu, 04 Nov 2015 09:34 WIB
Ibu Masak Batu Akan Dibantu Permodalan oleh Kapolres Cianjur
Foto: alamsyah/Anggota Polres Cianjur Bripda Andy mengenakan Batik Lodaya
Cianjur - Andun Suherman (45) dan istrinya Iyah (33), serta tujuh anaknya yang merupakan warga tidak mampu asal Kampung Bolenglang RT 01/10, Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, Cianjur yang hidup penuh keprihatinan rencananya akan dibantu melalui program penjualan batik motif lodaya karya cipta Kapolres Cianjur AKBP Guntur Rahayu.                                

Menurut informasi yang diberikan Ketua Paguyuban seni batik Cianjur Hari Sastra kepada detikcom, batik motif lodaya tersebut sampai saat ini masih dalam bentuk produksi. Untuk tiap lembar batik yang laku dijual hasil royaltinya akan langsung disumbangkan untuk kegiatan seni, budaya dan sosial.

"Batik lodaya asli hasil karya dari AKBP Guntur, bergambar kepala macan kumbang dan api sebagai bentuk lambang kebanggaan korps Polda Jawa Barat. Selain punya jiwa sosial tinggi beliau ini punya jiwa seni, sejak beliau menjabat sebagai penyidik di KPK, karya batik lodaya ini telah dipercayakan kepada kami untuk dikelola dan dikembangkan untuk selanjutnya setiap lembar hasil penjualan akan disumbangkan untuk kegiatan sosial, budaya dan seni," ujar Hari kepada detikcom sekira pukul 08.45 WIB, Rabu (4/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Hari, nantinya selain keluarga Andun, hasil dari penjualan itu akan diberikan juga kepada warga kurang mampu dan memiliki tempat tinggal tidak layak huni lainnya di wilayah Cianjur dan sekitarnya. Khusus untuk Pak Andun akan diberi permodalan agar bisa berwirausaha sendiri.

"Batik ini sudah dinoktahkan sebagai kebanggan korps kepolisian di Jawa Barat pada perayaan hari Bhayangkara kemarin. Dukungan tersebut juga diiringi dengan produksi massal batik dalam bentuk cetak maupun manual," imbuhnya.

Baca juga infografis: Memasak Batu di Kota Santri

Hari berharap, batik itu nantinya akan dipakai secara menyeluruh baik oleh korps kepolisian maupun masyarakat umum dengan motif sama namun bentuk-bentuk lain hasil pengembangan.

"Saya mendorong bagi siapa saja yang peduli karya seni asli indonesia untuk membeli hasil karya ini, selain membeli juga ikut memberikan sumbangan bagi kegiatan sosial lainnya," tandas dia. (dra/dra)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini