3 Pesan Bijak Lulung untuk Ahok Soal Polemik Sampah

3 Pesan Bijak Lulung untuk Ahok Soal Polemik Sampah

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Rabu, 04 Nov 2015 09:27 WIB
3 Pesan Bijak Lulung untuk Ahok Soal Polemik Sampah
Foto: ikhwanul Habibi
Jakarta - Wakil Ketua DPRD DKI Abraham 'Lulung' Lunggana is back. Lulung kali ini bersuara memberikan petuah kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk menyelesaikan kisruh sampah.

Lulung menasihati Ahok agar senantiasa menjalin hubungan baik dengan pemerintah daerah lainnya. Lulung pun tidak lelah meminta Ahok untuk mengubah cara bertutur kata.

Politisi PPP ini meminta Ahok ramah menghadapi keinginan DPRD Bekasi yang ingin meminta keterangan terkait perjanjian kerjasama pengolahan sampah di TPST Bantargebang. DPRD Bekasi berpendapat banyak pelanggaran yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ahok juga diminta tidak memperkeruh suasana dan menghentikan pernyataan yang tidak bertanggung jawab. Lulung lalu mengajak Ahok fokus bekerja membangun Jakarta. "Tobatlah Ahok!", imbau Lulung.

Ini 3 pesan Lulung:

1. Jangan Arogan

Foto: Lamhot Aritonang
Lulung mengkritik Ahok agar tidak arogan.

"Saya bilang jangan arogan kita harus ramah. Kalau DPRD Bekasi ingin bertanya pada pemerintah daerah dengan kepentingan MoU-nya kerjasmanya ya diterima saja, ya jangan ngatain 'Siapa lu?'. Ini kan lembaga kan gubernur bisa disposisi kepada wakil gubernur atau sekdanya. Jangan arogansi elu manggil gue ngapain," ujar Lulung, Selasa (3/11/2015).

Politikus PPP ini juga mengingatkan agar Ahok tidak memperkeruh keadaan dengan memprovokasi. Dia mengingatkan Ahok agar berhati-hati dalam bertutur kata sehingga tidak memacu keributan.

Lulung mencontohkan pernyataan Ahok yang menyebut nanti pihaknya akan meminta tentara mengantar sampah ke TPST Bantargebang. "Jangan menyeret-nyeret pihak dan lembaga lain. Lu bilang 'Tutup saja Bantargebang biar Jakarta menjadi bencana nasional' dan 'Gue kirim deh tentara ngantar ke tempat lu' ini kan nggak boleh. Kita ramah saja, hubungan baik dengan daerah-daerah," sambungnya.

2. Tobatlah

Foto: Hasan Alhabshy
Lulung juga menyayangkan perkataan Ahok yang dengan mudahnya menyebut apabila sampai terjadi sengketa hukum dan warga Ibu Kota tidak boleh lagi membuang sampah di TPST Bantargebang maka buang saja sampah di Monas. Menurut Lulung, pernyataan tersebut jelas tidak bertanggungjawab.

"Ini kan namanya orang enggak bertanggungjawab, nanti rakyat Jakarta yang dirugikan. Monas, Balai Kota dan Istana itu kan Ring 1. Masa Ring 1 harus (jadi tempat pembuangan) sampah? Coba ini kan gubernur yang tidak bertanggungjawab," kata Lulung.

"Ahok jangan cari masalah, Ahok jangan cari masalah. Kalau Ahok cari masalah, Ahok terus ada masalah. Maksud saya yuk sama-sama kita bekerja baik untuk membangun Jakarta, Ahok tobatlah jangan bikin masalah terus. Kan benar saya ngomong, semua diajakin berantem, tobatlah. Sekarang bayangin (sampah) taruh di Monas," pungkasnya.

3. Stop Pencitraan

Foto: Lamhot Aritonang
Lulung kemudian meminta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menegur Ahok yang berkelakar hendak menaruh sampah di Monas.

"Saya minta menteri yang berkaitan dengan kebersihan (Menteri LHK) tolong tegur Ahok. Saya protes sebagai Wakil Ketua DPRD kalau sampah jangan taruh di situ karena tidak mencerminkan budaya kebersihan. Ini Ring 1, jangan memalukan Istana," ujar Lulung saat dihubungi, Selasa (3/11/2015).

Politikus PPP itu meminta agar Ahok tidak membuat opini yang mengundang masalah sebab membina hubungan baik dengan sesama pemerintahan itu perlu. "Itu makanya saya bilang kalau kita punya hubungan harus dengan baik, ramah-ramah sajalah. Untuk mencapai kesuksesan, jangan bikin opini. Jangan bikin pencitraan, aduh gimana," terangnya.

Lulung keberatan dengan permintaan Ahok yang menyebut buang sampah ke Monas. Sedangkan kaki lima dan pengajian tidak boleh digelar di sana.

"Kemudian kaki lima kagak boleh taruh di Monas dan pengajian juga. Sekarang sampah ditaruh sama dia, kebalik enggak cara berpikirnya?" kata Lulung.

Halaman 2 dari 4
(aan/mad)


Berita Terkait