"Pak Guntur adalah polisi langka. Tindakan nyata beliau membangunkan rumah untuk diberikan pada keluarga yang tidak mampu perlu diapresiasi. Meskipun itu bukan tugas utama polisi, namun beliau melakukannya dengan pertimbangan kemanusiaan," ujar pengamat kepolisian Aqua Dwipayana saat diminta tanggapannya tentang hal tersebut pada Rabu, (4/11/2015).
Seperti diberitakan Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu patut diacungi jempol. Dia tidak sekedar menjadi polisi penegak hukum tetapi benar-benar menjadi pelayan masyarakat. Seperti langkahnya yang membantu pasangan keluarga miskin Iyah (33) dan Andun Suherman (45), serta tujuh anak perempuannya yang masih kecil-kecil.
Guntur turun tangan membantu karena mendengar dari temannya, ada seorang ibu yang memasak batu di Cianjur karena anaknya merengek kelaparan. Batu itu dimasak hanya untuk menunggu putrinya tidur. Ibu itu Iyah dan anak-anaknya.
Guntur yang dikenal agamis ini terenyuh hingga turun memberikan bantuan. Guntur tak hanya memberikan bantuan urusan makanan, tetapi juga membangun rumah. Selama ini keluarga Andun tinggal gubuk reyot di tanah milik orang lain. Hingga akhirnya dengan pendekatan Guntur si pemilik tanah merelakan tanahnya sebidang kecil bagi Andun.
Pemilik tanah mendapatkan imbalan tanahnya disertifikat seluruhnya oleh Guntur. Dalam bekerja ini, Guntur dibantu Kepala BPN Cianjur beserta sejumlah donatur yang dengan ikhlas mengulurkan bantuan.
Apa yang dilakukan Guntur mirip dengan kisah Umar bin Khattab, khalifah yang membawa gandum untuk ibu yang memasak batu untuk anaknya yang kelaparan.
Kisah Umar itu amat terkenal, dan banyak menjadi panutan bagi para pemimpin sesudahnya. Umar memang dikenal sebagai khalifah yang amat sangat memperhatikan rakyat.
Aqua menambahkan, walaupun sama sekali tidak bermaksud ria atau menyombongkan diri, seharusnya Pemerintah Kabupaten Cianjur malu pada Guntur. Sebab mensejahterakan masyarakat adalah salah satu tugas pemerintah daerah termasuk di Cianjur. Bukan pekerjaan polisi.
Kejadian langka tersebut, ungkap pakar komunikasi ini, hendaknya menjadi renungan untuk semua pihak terkait agar introspeksi diri. Realitanya masih banyak rakyat Indonesia yang hidupnya di bawah garis kemiskinan. Mereka harus dibantu agar taraf hidupnya dapat meningkat.
Khusus kepada seluruh anggota Polri Aqua menyarankan untuk mencontoh keteladanan yang dilakukan Guntur. Caranya tidak harus melakukan hal serupa. Bisa dimulai dari hal-hal yang kecil dan sederhana. Misalnya mempermudah masyarakat yang berurusan dengan polisi. Bukan malah mempersulitnya.
"Semua kebaikan itu mulai dari yang kecil hingga besar bisa dilakukan oleh para polisi jika diawali dengan hati yang bersih, niat baik untuk membantu masyarakat, dan melaksanakannya dengan sungguh-sungguh. Pak Guntur telah membuktikan hal tersebut. Tanpa gembar-gembor ke sana ke mari beliau membangunkan rumah untuk keluarga yang tidak mampu," kata anggota Tim Pakar Seleksi Menteri detikcom ini.
Baca juga infografis: Memasak Batu di Kota Santri
Seandainya para polisi yang memiliki jabatan seperti Guntur bersama-sama melakukan berbagai kebaikan dengan memberi bantuan ke masyarakat yang tinggal di wilayah kerjanya, Aqua yakin keberadaan polisi akan mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Mereka ada rasa memiliki terhadap polisi. Sehingga semua program kerja polisi akan didukung.
Kepada Kapolri Jenderal Badroddin Haiti, mantan wartawan harian Jawa Pos dan Bisnis Indonesia ini menyarankan untuk memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Guntur atas upaya yang telah dilakukannya untuk membantu warga miskin memiliki rumah. Hal itu perlu sebab perbuatan positif tersebut secara langsung meningkatkan citra Polri.
"Sebaiknya pemberian penghargaan dari Pak Badrodin tersebut dilakukan dalam upacara resmi. Itu sekaligus untuk mendorong anggota polisi yang lain agar berbuat yang sama yakni membantu masyarakat yang membutuhkannya," pungkas Aqua. (dra/dra)











































