Spanduk itu membentang seukurang 2,5 meter x 1 meter persegi di depan arena Mukernas, Hotel Bumi Wiyata, Jl Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Selasa (3/11/2015).
"Jakarta Butuh Pemimpin, yang melayani dengan hati, dicintai rakyatnya, mengayomi, bekerja keras, dan memiliki visi yang lebih maju," begitulah bunyi tulisan dalam spanduk yang mencantumkan foto Nur Mahmudi itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Spanduk siapa? Jadi kami sampai saat ini belum mengerucutkan siapa-siapa. Kalau ditanya bocoran, apa yang mau dibocorkan? Tidak ada," kata Sohibul santai.
Lalu bagaimana dengan Nur Mahmudi? Apakah mantan Presiden Partai Keadilan itu bakal disiapkan menjadi calon gubernur DKI? Jawaban pertanyaan ini lantas diambil alih oleh Wakil Sekjen PKS Mardani Ali Sera yang duduk di samping Sohibul.
"Saya yang jawab. Kalau buat Pak Nur, itu inisiatif warga Depok saja," kata Mardani.
Dikonfirmasi terpisah di lokasi yang sama, Nur Mahmudi mengaku belum melihat spanduk yang dibentangkan di pembatas jalan depan Hotel itu. Namun bila ada yang mendorongnya maju di DKI pada Pilgub 2017, dia menyerahkan kepada dukungan dari PKS sendiri.
"Yang jelas, saya berkonsentrasi menyukseskan PKS di 2015 (Pilkada serentak). Jika pasca itu ada masyarakat menghendaki, mengabdi di tempat lain, kita berusaha mengkomunikasikan," kata Nur Mahmudi.
(dnu/tor)











































