"Pengaruh pasti ada, tentu kami berharap pengaruh ini tidak besar," kata Sohibul dalam konferensi pers Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) IV PKS di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Selasa (3/11/2015).
Meski begitu, Sohibul berharap pengaruh negatif terhadap citra partainya bisa dikendalikan agar tak merugikan PKS saat Pilkada serentak 9 Desember nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah yang dimaksud, pertama, menghormati proses hukum. Dengan begitu, PKS akan tercitra sebagai partai yang taat hukum tanpa menghalangi proses hukum yang sedang menjerat kadernya.
"Langkah kedua, kami akan melakukan perbaikan. Kami berharap ini adalah kasus terakhir," kata Sohibul merujuk kasus yang Gatot.
PKS kini berusaha menerapkan 'good party governance' di internalnya. Untuk memenangkan Pilkada, PKS bakal mengoptimalkan peran semua kadernya. Sohibul menginstruksikan agar tak ada kader yang hanya menganggur dan menonton proses ini. Semua kader diperintahkannya membantu proses pemenangan Pilkada.
Juga, para pengurus tingkat pusat turun ke daerah-daerah guna menggerakkan 'mesin' politik PKS. Para elite PKS tersebut berkeliling menghadiri Musyawarah tingkat Wilayah dan Musyawarah tingkat Daerah.
"Insya Allah, mesin PKS sudah panas!" ujar Sohibul.
(dnu/erd)










































