Sebab menurut Yusril, pengelolaan sampah ini bukan hanya urusan teknis. Lebih jauh dari itu, pengelolaan sampah di Bantargebang juga berkaitan dengan masalah sosial dan politik.
"Harus dipahami, tidak ada yang mau menampung sampah dari Jakarta selain Bekasi. Bogor, Depok dan kota-kota lain di sekitar Jakarta tidak ada yang mau," kata Yusril di kantornya, Ihza & Ihza Law Firm, Jl Kasablanka Raya, Jakarta Selatan, Selasa (3/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah diserahkan ke PT Godang Tua dan PT Navigat, selama ini berjalan normal meski terjadi beberapa kendala," katanya.
Oleh karena itu Yusril mengingatkan Pemprov DKI Jakarta agar berpikir ulang jika hendak memutus kontrak dengan PT GTJ dan PT NOEI.
"Mungkin secara finansial akan lebih menguntungkan tapi secara politis kurang bagus. Jadi harus hati-hati soal ini," katanya.
(khf/jor)











































