"Kita serahkan masalah ini (pembangunan gedung) ke kesekjenan melalui proses yang panjang dengan adanya kesulitan-kesulitan yang ada," kata Novanto ketika diminta tanggapan terkait penolakan Gerindra, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2015).
Dia menuturkan bahwa proses pembangunan gedung baru masih berjalan dengan adanya sayembara. Proses lalu berlanjut ke lelang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita terus berusaha karena tidak bisa dipungkiri kebutuhan kita sangat memprihatinkan. Tenaga ahli bingung mau ditaruh di mana," ucapnya.
Pada rapat paripurna pengesahan APBN 2016, Jumat (30/10), Gerindra memang bersuara menolak masuknya Rp 740 miliar untuk pembangunan gedung baru DPR. Sikap itu pun kembali ditegaskan meski anggaran itu sudah masuk.
(imk/tor)











































