Cerita Pertemuan JK-Prabowo Usai APBN 2016 Disetujui DPR

Cerita Pertemuan JK-Prabowo Usai APBN 2016 Disetujui DPR

Indah Mutiara Kami - detikNews
Selasa, 03 Nov 2015 15:11 WIB
Cerita Pertemuan JK-Prabowo Usai APBN 2016 Disetujui DPR
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Alotnya pembahasan APBN 2016 di DPR masih menyisakan cerita. Salah satunya adalah tentang pertemuan antara Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

Pada Jumat (30/10) lalu, rapat paripurna pengambilan keputusan RAPBN 2016 yang dimulai pada pukul 10.00 WIB sempat diskors dua kali. Yang pertama adalah skors untuk salat Jumat dan yang kedua adalah pada pukul 17.00 WIB untuk melakukan lobi-lobi.

Saat itu, diketahui bahwa Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sudah menemui Prabowo di pagi hari. Menkeu diutus oleh Presiden Joko Widodo karena saat itu tinggal Gerindra yang masih ngotot menolak APBN 2016.

Hanya saja, kunjungan Menkeu itu belum bisa meluluhkan hati Gerindra. Di sela-sela skors yang kedua, Waketum Gerindra Fadli Zon yang juga merupakan Wakil Ketua DPR dipanggil oleh Prabowo.

Fadli mengaku memberi laporan ke ketumnya. Dan hasilnya, setelah skors, Gerindra pun melunak dan akhirnya menyetujui APBN 2016.

Ternyata kisah itu belum selesai. Setelah APBN 2016 diketok di paripurna, Prabowo bertemu dengan JK. Untuk apa?

"Pertemuan itu setelah selesai APBN, sekitar pukul 22.00 WIB. Memang silaturahmi saja, ketemunya setelah ketok APBN," kata Fadli Zon kepada detikcom, Selasa (3/11/2015).

Fadli mengatakan bahwa sebenarnya pertemuan itu dijadwalkan pada Kamis (29/10) namun baru terealisasi sehari setelahnya. Dia pun menepis bahwa pertemuan itu membahas APBN karena hal itu sudah disahkan sebelumnya.

"Ya kalau sikap di APBN, pemerintah kan memaklumi," ucapnya.

Fadli mengaku tidak ada deal-deal khusus terkait sikap Gerindra yang akhirnya menyetujui APBN 2016. Gerindra sejak awal ingin memastikan bahwa postur anggaran memang untuk kepentingan rakyat.

"Tidak ada (deal-deal). Kita bukan mementingkan satu pihak. Membahas APBN untuk cari postur anggaran yang terbaik untuk masyarakat. Kita tidak mau ada anggaran yang tidak realistis," ungkap Fadli. (imk/tor)


Berita Terkait