Kesaksian Penghuni Kos Margriet soal Jeritan Engeline: Sakit Mami, Sakit

Sidang Kasus Engeline

Kesaksian Penghuni Kos Margriet soal Jeritan Engeline: Sakit Mami, Sakit

Putri Akmal - detikNews
Selasa, 03 Nov 2015 13:53 WIB
Kesaksian Penghuni Kos Margriet soal Jeritan Engeline: Sakit Mami, Sakit
Foto: Putri Akmal/detikcom
Denpasar - Pasangan suami istri (pasutri) Handono dan Susiani, penyewa rumah kos di kediaman Margriet Christine Megawe, memberikan kesaksian tentang penelantaran dan penyiksaan yang dilakukan tersangka pada Engeline semasa hidup. Jeritan merintih histeris kesakitan dan pekerjaan rumah tangga yang terlampau berat hampir tiap hari menjadi pemandangan yang mereka lihat selama hampir 3 tahun menyewa kos di Jalan Sedap Malam, Sanur, Bali.

"Sakit mami, sakiiiiiiit. Itu sambil menangis dan menjerit," ucap Susiani sambil menirukan suara Engeline. Sidang dengan terdakwa Agustinus Tae digelar di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Jl PB Sudirman, Selasa (3/11/2015).

Dalam memberikan kesaksian, Susiani lebih aktif memberikan dan meniru lengkingan jeritan kesakitan Engeline. Jeritan itu jelas mereka dengar lantaran jarak ruangan kamar yang tak lebih dari 2 meter dengan kamar Margriet.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, pasutri ini melihat Margriet memberikan pekerjaan rumah tangga terlalu berat. Tak jarang ketika pukul 22.30 Wita mereka masih sering melihat Engeline memberi makan 500 ekor ayam, puluhan ekor kucing dan anjing serta mengepel lantai dan lainnya. Pekerjaan itu selalu dilakukan setiap hari dan jika pekerjaan tidak selesai atau ada hewan piaraan hilang maka tak segan ibu angkatnya ini tak mengizinkan Engeline masuk ke dalam rumah.

"Jika ada hilang seperti ayam atau kucing sekecil apapun ga dikasih masuk rumah sama bu Telly (sapaan Margrieth)," imbuhnya.

Ibu kandung Engeline, Hamidah (berkemeja lengan pendek)

Sekali lagi, Susiani mempraktikkan suara kasar perintah Margriet ke Engeline yang kerap kali mereka lihat.

"Ayo kamu kerja jangan malas-malas. Si bodoh! Kalau kamu tidak kerja, tidak diberi makan dan sekolah," pungkas Susiani menirukan teriakan Margriet.

Ketika mendengar kesaksian dari penghuni kos itu, Hamidah ibu kandung Engeline yang duduk di barisan depan peserta sidang ditemani Siti Sapurah, nampak terlihat sangat tegar dan serius menyimak jalannya sidang.

Dalam sidang ketiga ini, Yvone anak sulung Margriet tidak terlihat mengikuti jalannya sidang. Hanya putri keduanya, Christine, dan simpatisan kasus Engeline yang nampak antusias memadati ruang sidang. (try/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads