"Sakit mami, sakiiiiiiit. Itu sambil menangis dan menjerit," ucap Susiani sambil menirukan suara Engeline. Sidang dengan terdakwa Agustinus Tae digelar di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Jl PB Sudirman, Selasa (3/11/2015).
Dalam memberikan kesaksian, Susiani lebih aktif memberikan dan meniru lengkingan jeritan kesakitan Engeline. Jeritan itu jelas mereka dengar lantaran jarak ruangan kamar yang tak lebih dari 2 meter dengan kamar Margriet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika ada hilang seperti ayam atau kucing sekecil apapun ga dikasih masuk rumah sama bu Telly (sapaan Margrieth)," imbuhnya.
Ibu kandung Engeline, Hamidah (berkemeja lengan pendek) |
Sekali lagi, Susiani mempraktikkan suara kasar perintah Margriet ke Engeline yang kerap kali mereka lihat.
"Ayo kamu kerja jangan malas-malas. Si bodoh! Kalau kamu tidak kerja, tidak diberi makan dan sekolah," pungkas Susiani menirukan teriakan Margriet.
Ketika mendengar kesaksian dari penghuni kos itu, Hamidah ibu kandung Engeline yang duduk di barisan depan peserta sidang ditemani Siti Sapurah, nampak terlihat sangat tegar dan serius menyimak jalannya sidang.
Dalam sidang ketiga ini, Yvone anak sulung Margriet tidak terlihat mengikuti jalannya sidang. Hanya putri keduanya, Christine, dan simpatisan kasus Engeline yang nampak antusias memadati ruang sidang. (try/try)












































Ibu kandung Engeline, Hamidah (berkemeja lengan pendek)