"Sebanyak 50,9% responden mengaku puas (sebagian sangat puas) terhadap kinerja Presiden Jokowi. Sementara 44,6% responden menyatakan kurang/tidak puas terhadap kinerja Presiden Jokowi setelah 1 (satu) tahun memimpin Republik ini. Sedangkan sisanya (4,5%) responden menjawab "tidak tahu" atau tidak memberikan jawaban," kata CEO LKP, Usman Rachman, dalam paparan hasil survei di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Selasa (3/10/2015).
Survei ini dilakukan pada 24-29 Oktober 2015 dengan teknik wawancara melalui telepon terhadap 784 responden dari seluruh provinsi di Indonesia. Margin of error survei ini +/- 3,5 persen, dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
kinerja Wapres JK. Sementara 53,2% responden menyatakan kurang/tidak puas terhadap kinerja
Wapres JK setelah 1 (satu) tahun memimpin Republik ini mendampingi Presiden Jokowi. Sedangkan
sisanya (4,1%) responden menjawab "tidak tahu" atau tidak memberikan jawaban," katanya.
Lalu bagaimana tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja kabinet kerja di tengah isu reshuffle jilid 2?
"Sebanyak 48,7% responden mengaku puas (sebagian sangat puas) terhadap kinerja Kabinet Kerja Jokowi-JK. Sementara 45,9% responden menyatakan kurang/tidak puas terhadap kinerja Kabinet
Jokowi-JK setelah 1 (satu) tahun bekerja. Sedangkan sisanya (5,4%) responden menjawab "tidak tahu" atau tidak memberikan jawaban," jawabnya.
Salah satu yang jadi sorotan belakangan ini adalah kinerja kabinet kerja dalam mengantisipasi kebakaran hutan.
"Mayoritas mutlak dari publik (76,5%) menyatakan "kurang puas" terhadap upaya yang telah dilakukan pemerintahan Jokowi-JK dalam menangani masalah bencana asap (kebakaran lahan/hutan). Hanya 15,8% saja yang mengaku "puas" dengan apa yang telah dilakukan pemerintahan Jokowi-JK, dan sebanyak 7,7% responden menyatakan "tidak tahu" atau tidak memberikan jawaban," pungkasnya.
(van/nrl)










































