Di lokasi, ada yang terlihat seperti batu bulat yang ditata berbaris, yoni, dan arca Nandi atau patung sapi. Yoni masih terlihat utuh, namun arca Nandi sudah rusak dan nyaris tak berbentuk. Benda-benda tersebut berada di Peternakan ayam "Tlogo Sari", Desa Tempel, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.
"Tahun 1994 peternakan ini dibangun, saat pembangunan itu mulai rusak karena tukang (buruh bangunan) mengambili batu-batunya," kata Sudji (58), salah satu karyawan peternakan sekaligus warga setempat, Selasa (3/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu banyak yang cari nomor (togel) atau cari ilmu. Tapi anak-anak tidak boleh ke sini, kata bapak saya wingit, ada genderuwonya," ujar perempuan itu.
Batu, arca, dan benda diduga peninggalan kerajaan Mataram Kuno itu berada di tanah petak 4x4 meter di samping gudang telur dan pakan ayam. Sejauh ini, menurut warga, lokasi belum pernah diteliti. Tak diketahui, apakah benda-benda tersebut berkaitan dengan situs di Duduhan, Mijen, Kota Semarang yang sempat diteliti Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (PPAN) bulan September lalu atau tidak. (alg/try)











































