"Ini cerita teman saya, dan saat itu segera dibantu dengan mengirimkan makanan," terang Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur, Selasa (3/11/2015).
Cerita yang didengar Guntur tiga bulan lalu tentang ibu memasak batu itu membuatnya terhenyak. Dia datang ke lokasi rumah Iyah dan Andun, ternyata selain miskin, pasangan itu tinggal di gubuk yang reyot sudah rusak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guntur kemudian menggalang bantuan dari sejumlah donatur, termasuk Kepala BPN Cianjur dan Perumnas. Untuk mengurus tanah dan rumah milik keluarga miskin itu.
"Alhamdulillah berkat bantuan donatur, sekarang rumahnya sudah dibangun tipe 36, ada dua kamar dan satu kamar mandi, serta dapur dan ruang tamu. Totalnya Rp 36 juta dan buat mebeler Rp 4 juta, ini semua bantuan donatur, saya hanya mengkoordinasikan," urai Guntur.
Bagi dia, sebagai sesama manusia tentu berkewajiban memberikan bantuan bagi sesama. Guntur dan para donatur lainnya, tak mau lagi ada kisah pilu ibu memasak batu demi anak-anaknya yang kelaparan agar tertidur, apalagi terjadi di Cianjur yang lumbung beras.
"Beberapa minggu sekali donatur datang menengok dan membawa makanan," tutup dia. (dra/dra)











































