Irman Gusman mengatakan Indonesia dan India memiliki karakter parlemen yang khas dan unik. "Jika di Indonesia ada DPR yang mewakili rakyat lewat jalur partai politik dan DPD RI yang mewakili kepentingan rakyat dan daerah, maka India memiliki Rajya Sabha (Dewan Negara) dan Lok Sabha (Dewan Rakyat)," kata Irman melalui keterangan tertulisnya, Selasa (3/11/2015).
Berdasarkan konstitusi India, Rajya Sabha beranggotakan 250 orang mewakili negara-negara bagian yang masa jabatannya 6 tahun. "Wakil Presiden India secara otomatis menjabat Ketua Rajya Sabha. Kita ingin bertukar gagasan salah satunya mengenai parlemen ini. Jika di sana ada Rajya Sabha, di Indonesia ada DPD RI," kata Irman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Irman menambahkan, pihaknya mendorong kerjasama lebih erat antara lembaga legislatif kedua negara, khususnya antara DPD RI dan Rajya Sabha. Di samping itu, DPD RI mendorong penguatan kerja sama bidang ekonomi dan perdagangan.
"India merupakan negara yang sangat dekat secara budaya dengan Indonesia. Hubungan diplomatik kita dibuka sejak 3 Maret 1951. Namun, jauh sebelum kedua negara berdiri, masyarakatnya memiliki hubungan budaya yang terjalin dengan baik," kata Irman.
Saat menerima Wapres India nanti, Ketua DPD RI didampingi Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad, beberapa anggota DPD RI, dan Sekjen DPD RI Prof Sudarsono Hardjosoekarto. Sementara Wapres India didampingi menteri, beberapa anggota parlemen, serta Duta Besar India untuk Indonesia dan Timor Leste Gurjit Singh.
Wapres India dan rombongan kunjungan kerja ke Indonesia selama empat hari, 1-4 November 2015. Mereka bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (2/11/2015). Wapres India yang beragama muslim ini mengunjungi Masjid Istiqlal, Minggu (1/11), begitu tiba di Jakarta. Dari Jakarta, Wapres India bertolak ke Bali sebelum mengakhiri kunjungannya di Indonesia.
(erd/nrl)











































