Pemasangan spanduk itu dilakukan sekitar Pukul 18.00 WIB. Pemasangan kembali spanduk besar yang bertuliskan 'Suara Golkar, Suara Rakyat' itu atas perintah Agung Laksono.
"Harus ada kesepakatan untuk mencopot," ujar salah satu petugas di dalam kantor, Senin (2/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agung mengatakan, pencopotan spanduk yang memuat gambat dirinya dari kantor DPP Golkar dinilai sebagai sikap yang arogan. Dirinya juga akan meminta spanduk itu dipasang kembali.
"Soal sikap arogan itu saya kira gak perlu lah. ya copot pasang lagi, saya kira kita cari lagi," terang Agung.
Sebelumnya, dua petugas terlihat mencopot spanduk tersebut saat Ketum Golkar Munas Bali Aburizal Bakrie tiba di Kantor DPP. Pencopotan spanduk atas suruhan Waketum Nurdin Halid saat berbincang kepada petugas kantor.
(spt/imk)











































