"CCTV sedang kita kumpulkan ada atau tidak, jalan menuju kesana kita sesuaikan dengan waktu kejadian. Sabar saja, penyidik sedang bekerja," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta (2/11/2015).
Pihak kepolisian juga tengah menelusuri ciri-ciri pelaku yang disebutkan oleh saksi. Informasi saksi itu akan diperdalam validitas kesaksiannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polres Jaksel juga akan memanggil semua saksi untuk dimintai keterangan, termasuk yang bertanggung jawab terhadap kantor itu.
Sementata Iqbal mengatakan, insiden pecahnya kaca yang dikaitkan dengan temuan benda diduga 'peluru' belum dipastikan sebuah aksi penembakan. Barang bukti yang lebih mirip obeng kecil yang diruncingkan pada ujungnya itu tengah diteliti Labfor.
"Kami masih analisa di lab forensik tentang adanya dugaan proyektil, tentang muatannya, isinya masih kita tunggu. Yang kedua bentuknya tidak seperti proyektil, kami duga itu tidak mungkin berasal dari semacam senjata api baik rakitan atau pabrikan, bisa saja dari ketapel atau benda lain yang bisa meluncurkan itu," paparnya.
"Sekarang kita dalami dari satpam dan saksi lain yang menyampaikan ada bunyi ledakan. Bisa saja ledakan tidak ada tapi itu bunyi dari kaca, bunyi kaca kan seperti ledakan juga, karena setelah olah TKP bahwa kaca tersebut kaca biasa dan tidak ada riben, jadi kalau kaca langsung (bunyinya) 'tarrrr'," tuturnya.
Terkait motifnya, Iqbal mengatakan penyidik tengah mendalami segala kemungkinan motif. "Motif bisa semua terjadi, motif dendam, motif bisnis, motif pencurian dengan kekerasan, motifnya banyak tapi kita belum bisa tentukan, motifnya apa tunggu kalau diungkap (pelakunya)," tutupnya. (mei/imk)











































