"Air hangat itu di satu gelas dan diambil di kantin, lalu napi tersebut menyiramkan air yang mengenai pipi kanan dan di dekat tulang belikat petugas, setelah itu kabur," kata Kepala Cabang Rutan Pancur Batu, Karyono, kepada wartawan di lokasi, Senin (2/11/2015).
Dijelaskan Karyono, petugas tersebut kulitnya memerah namun tidak melepuh dan masih dalam perawatan. Saat kejadian, petugas yang berjaga saat itu berjumlah 5 orang.
"Satu orang berjaga di pintu utama, satu orang di pos utama, dua orang di blok tahanan napi, satu lagi di pos atas," jelasnya.
"Di rutan ini, tak memiliki CCTV dan alarm. Cuman punya lonceng," tambahnya.
Ke-14 napi kabur pada Minggu (1/11/2015) pagi. Saat itu, para tahanan sedang menuju kebaktian, namun ada yang menuju kantin untuk mengambil segelas air hangat. Setelah itu, tahanan tersebut menyiramkan air kearah petugas.
Baca: Ini Nama 14 Tahanan yang Kabur dari Rutan di Sumut
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Pancur Batu Kompol Frido Gultom mengatakan pihaknya terus bergerak cepat untuk mempersempit ruang gerak tahanan tersebut. Jalanan dirazia oleh Provost, Polantas, Sabhara, Reskrim, dan Intel.
Untuk razia jalanan, polisi memeriksa angkutan kota dan kendaraan antar kota maupun kabupaten.
"Kita juga sudah lakukan koordinasi dengan pihak kepolisian yang ada di daerah perbatasan," terangnya.
Dugaan sementara, kata Frido, napi yang kabur tersebutย kabur ke daerah asalnya. Keempat belas tahanan yang kabur tersebut merupakan kasus narkoba, pencurian, penadah, dan pencabulan (try/try)











































