Desa Awar-awar Masih 'Panas', Rumah Aktivis Antitambang Dilempari Batu

Desa Awar-awar Masih 'Panas', Rumah Aktivis Antitambang Dilempari Batu

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Senin, 02 Nov 2015 15:34 WIB
Desa Awar-awar Masih Panas, Rumah Aktivis Antitambang Dilempari Batu
Salah satu lokasi penambangan pasir di Lumajang (Foto: Muhammad Aminudin)
Jakarta - Pasca pengeroyokan dan pembunuhan ke aktivis antitambang Salim Kancil, Desa Selok Awar-awar di Lumajang, Jawa Timur ternyata masih bergejolak. Aksi teror ke aktivis antitambang kembali terjadi.

Rumah salah satu aktivis antitambang bernama Abdul Hamid dilempari batu pada Sabtu (31/10) lalu. Polisi kemudian mengejar pelaku.

"Memang itu bentuk teror. Ada seorang memakai motor, lempar pakai batu," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Anton Charliyan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Senin (2/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaku pelemparan batu ternyata adalah adik dari Kades Selok Awar-awar, Hariyono yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Salim Kancil. Pelaku berinisial IW itu sudah ditahan.

"Ternyata adik tersangka. Inisial IW, sudah ditahan, sedang diperiksa. Dari pengakuan, tidak terima kakaknya dibegitukan," ucapnya.

Anton menjelaskan langkah prefentif polri atas peristiwa itu. Rumah Tosan kembali mendapat penjagaan ketat.

"Takut ada orang atau simpatisan penambang yang melakukan hal serupa sehingga kita lakukan pengamanan di rumah itu," tandasnya. (imk/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads