Tak Ada Bukti, Penyidikan Kasus Beras Plastik Dihentikan

Tak Ada Bukti, Penyidikan Kasus Beras Plastik Dihentikan

Mei Amelia R - detikNews
Senin, 02 Nov 2015 15:16 WIB
Tak Ada Bukti, Penyidikan Kasus Beras Plastik Dihentikan
Foto: Mei Amelia
Jakarta - Penyidik Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menghentikan penyidikan kasus dugaan beras plastik di Kota Bekasi beberapa bulan lalu. Dari hasil penyidikan, tidak ada unsur plastik di beras tersebut.

"Setelah kita periksa 33 saksi dan 5 ahli, kita gelar perkara, kita melibatkan penyidik Polda Metro Jaya juga Bareskrim, Bid Propam, Itwasda dan Itwasum kasus dengan pelapor Dewi Septiani kita hentikan penyidikannya," terang Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Mujiyono kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (2/11/2015).

Penyidik menerbitkan Surat Perintah Pemberhentian Penyidikan (SP3) tanggal 29 Oktober 2015 lalu. Kasus dihentikan karena dugaan tersebut tidak terbukti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mujiyono menyampaikan, fakta-fakta dari jasil pemeriksaan saksi-saksi, saksi ahli dan laboratorium forensik, tidak menunjukkan adanya tindak pidana perlindungan konsumen dalam hal ini pencampuran unsur plastik pada beras yang dilaporkan pedagang bubur itu.

"Dari hasil berbagai pengujian di BPOM, Puslabfor Polri dan Puslitbangtan bahwa seluruh sampel yang diuki adalah neras asli. Sampel juga dinyatakan todal tercemar oleh beras sintetis maupun komponen plastik lainnya," jelasnya.

"Ahli dari perlindungan konsumen menyatakan bahwa unsur pasal yang disangkakan tidak terpenuhi karena beras asli dan tidka tercemar. Jadi tidak ada yang namanya beras plastik yang selama ini dikhawatirkan masyarakat," ujarnya.

Polisi telah meminta keterangan saksi ahli dari Puslabfor Polri, BPOM RI, Balitbangtan Kementerian Pertanian, ahli polimer dari Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT), dan ahli dari perlindungan konsumen. Pihak kepolisian bahkan telah mengecek dan mengambil sampel beras dari sumbernya yakni dari Indramayu hingga mengecek ke penggilingannya di Indramayu.

Adapun, terkait laporan pelapor yang menyatakan ada warga yang muntah-muntah setelah mengonsumsi beras tersebut, menurut Mujiyono, tidak berasal dari beras. "Terkait katanya ada yang muntah-muntah, muntahannya juga sudah kita cek ke labfor dan tidak penyebabnya bukan dari beras tersebut," tutupnya. (mei/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads