Di awal perpecahan Golkar, Yorrys dan Nurdin Halid kerap berseberangan dan kerap saling serang. Namun belakangan keduanya malah akrab dan menggagas silatnas Golkar.
Yorrys menuturkan kedekatannya dengan Nurdin Halid dimulai dari Tim 10 yang bertugas menjaring calon-calon kepala daerah Golkar untuk Pilkada Serentak 2015. Yorrys bersama 4 orang lainnya menjadi tim dari kubu Agung, Nurdin Halid dan 4 orang lainnya tim dari kubu Ical.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita bicara. Lalu saya katakan saya bukan orangnya Ical, saya juga bukan orangnya Agung. Saya hanya ingin menyelamatkan Golkar. Nurdin bilang, 'Oke Rys, gua ikut lu'. Karena kita punya idealisme yang sama," ujar Yorrys saat dihubungi, Senin (2/11/2015).
![]() |
Setelahnya, Yorrys dan Nurdin makin rajin bertemu mencari cara menyatukan kubu Agung dan Ical. Akhirnya digagaslah acara Silaturahmi Nasional. Yorrys dan Nurdin lalu menambah kekuatan dengan menggandeng Tantowi Yahya dan Nurul Arifin.
"Acara itu disiapkan empat orang aja. Tantowi, Nurul Arifin, Nurdin Halid, dan saya. Cukup berempat saja asal disiplin dan tidak punya niat macem-macem jadi," tutur Yorrys.
Acara Silatnas Golkar Minggu (1/11) tadi malam terbilang sukses. Ical dan Agung bisa duduk semeja. Pengurus-pengurus Golkar yang lain, yang selama ini terpecah juga bisa cair. Patut dinanti sepak terjang duet Yorrys-Nurdin Halid selanjutnya dalam upaya menyatukan Golkar.
(tor/imk)











































