"Seharusnya sih akhir bulan November ini," kata Sekjen DPR Winantuningtyastiti di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/11/2015).
Win menyatakan, usai pengumuman tim arsitek yang menang sayembara, proses selanjutnya akan dijalankan. Penentuan kontraktor proyek akan ditentukan selanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal lokasi Gedung nantinya, akan ditentukan berdasarkan survei. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sudah mengawalinya, dan akan disusul dengan penentuan selanjutnya.
"Kita harapkan segera. Survei sudah dari PU," kata Win.
Nantinya, proses lelang dalam proyek akan melibatkan pengawasan lembaga lain, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lelang akan dilakukan terbuka.
"Tidak hanya KPK yang dilibatkan, namun juga BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan), BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), terhadap seluruh proses-prosesnya," kata Win.
Mata anggaran uang Rp 740 miliar ini berada dalam APBN 2016, bernama 'Renovasi dan Penataan Kawasan'. APBN 2016 sudah disahkan DPR pada Jumat (30/10) yang lalu. (dnu/tor)











































