"Cerita pertama saya judulnya Piala Pertamaku. Tentang saya menang lomba kolase. Pengalamannya saya tulis. Ayah yang ngetik," kata Nadia.
Hal ini disampaikan Nadia saat ditemui detikcom di rumahnya di Ngentak Baru No 12 RT 10, Baturetno, Banguntapan, Bantul, Sabtu (31/10/2015). Cerita pendek tersebut kemudian dimuat ke koran lokal di Yogyakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Facebook Nadia |
Bakatnya ini diperoleh dari orang tua yang setiap hari mendongeng untuk anak-anaknya. Anak kedua dari tiga bersaudara ini kemudian belajar menulis saat sang kakak diajari ibunya.
"Biar bisa baca buku cerita sendiri," imbuhnya.
Saat ditanya soal siapa penulis yang menjadi inspirasinya, Nadia menjawab kakaknya. Sang kakak Najma Alya Jasmine (12) juga penulis cilik.
"Awalnya iri sama kakak. Kakak bisa, saya juga pasti bisa," tutur Nadia.
Saat ini Nadia memang sudah mendapat penghasilan sendiri dari royalti buku-bukunya. Dengan uang tersebut, dia sudah bisa membeli beberapa perlengkapan seperti komputer dan netbook-nya sendiri.
Sedangkan soal cita-cita, selain menjadi penulis Nadia juga berharap bisa menjadi desainer.
"Sekarang gambarnya masih sketsa-sketsa biasa. Ikut sanggar di Museum Affandi sebulan empat kali," ujar Nadia bersemangat.
Nadia menjadi satu-satunya penulis anak berusia muda yang tampil di Frankfurt Book Fair 2015. Di paviliun Indonesia, dia sempat membacakan cerita yang ditulisnya. Buku-bukunya juga sudah ada yang diterbitkan dalam bahasa Inggris. (sip/mad)











































Facebook Nadia