Kubu Agung Laksono ingin islah Golkar lewat gelaran Musyawarah Nasional (Munas). Agung cs mengacu pada rekomendasi Munas Golkar Riau 2009 lalu, yang mengamanatkan 'Partai Beringin' kembali menggelar munas tahun 2015 ini.
Namun Ical menolak. Ical belum punya gambaran soal mekanisme islah, namun dia tak ingin ada munas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua DPP sekaligus penggagas acara Silatnas Golkar, Yorrys Raweyai, punya saran untuk islah dua kepengurusan. Yorrys menyarankan proses islah baru mulai diseriusi setelah Pilkada Serentak pada 9 Desember 2015 mendatang.
"Kalau kita ikuti SK Menkum HAM yang terdaftar sekarang, itu kan kepengurusan Golkar 2009-2015, berarti tahun ini harus ada munas. Kalau kita paksakan munas tahun 2015 ini bisa. Tapi apakah itu yang lebih penting, atau yang penting pilkada? Kita juga harus antisipasi kemenangan di pilkada," kata Yorrys saat berbincang dengan detikcom, Senin (2/11/2015).
Yorrys mendorong penjajakan islah sudah dimulai sejak hari ini. Namun dia meminta Golkar fokus dulu mendukung para kader yang berlaga di pilkada.
"Target kita Golkar harus mengamankan aset-aset politiknya. Ini kampanye di pilkada sudah dimulai. Akbar Tandjung saja tidak datang acara semalam karena sudah kampanye di Nunukan, Kalimantan Utara, bersama Mahyudin," ulas Yorrys.
Sembari mendukung kader-kader di pilkada, Yorrys menyarankan kedua kubu membentuk tim islah. Tim tersebut yang nantinya memulai pembicaraan soal penyatuan dua kepengurusan. Yorrys juga menyarankan kader-kader Golkar di daerah dimintai pendapat soal proses islah.
(tor/imk)











































