"Awalnya mobil bahan makanan masuk untuk diolah menjadi makan siang, mobil itu dan kantin letaknya di antara pintu satu dan dua," kata Kasubag Humas Ditjen Pas Akbar Hadi Prabowo, saat dihubungi detikcom, Senin (2/11/2015).
"Ketika kendaraan bahan makanan hendak keluar, dimanfaatkan mereka (napi yang kabur) untuk menyerang petugasnya," lanjut Akbar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya yang kabur itu 15 orang, namun 1 orang berhasil ditangkap kembali. Sisanya masih dalam pengejaran polisi," tutur Akbar.
Kejadian penyerangan tersebut dilakukan pada Minggu (1/11) kemarin sekitar pukul 08.30 WIB. Napi di rutan tersebut memang pada pagi hari mulai 07.30 WIB diberi keleluasan untuk 'mencari angin' di dalam lapas area lapas.
Mereka diberi tugas untuk membersihkan taman atau pergi ke rumah ibadah. Rumah ibadah tersebut terletak di antara pintu satu dan dua.
Berikut 14 tahanan yang kabur menurut data Polda Sumut:
1. Willy Tandi (22) warga Jalan Kelurahan Titi Kuning, Medan
2. Imbron (25) warga Kecamatan Medan Sunggal, Medan
3. M Gunawan (22) warga Kecamatan Percut Sei Tuan
4. Sudarmanto (22) warga Kecamatan Namorambe
5. Tendang Banurea (38) warga Kecamatan Sibolangit, Deliserdang
6. Taufik (35) warga Kecamatan Medan Selayang, Medan
7. Junaidi (41) warga Kecamatan Sunggal
8. M Iqbal (19) warga Kecamatan Banda Sakti, Aceh Utara
9. Andri Syahputra (19) warga Kecamatan Sunggal
10. Deni Saputra (30) warga Kelurahan Tanjung Gusta Kecamatan Medan Helvetia
11. Asin (19) warga Tanjung Balai
12. Chandra Gunawan (30) warga Kecamatan Sunggal
13. Suprianto (35) warga Kecamatan Binjai Timur
14. Junaidi (31) warga Kecamatan Sunggal (rna/kha)











































