Ketua Pramuka Adhyaksa Dault Sesalkan Ada Kekerasan Saat Diksar di Makassar

Ketua Pramuka Adhyaksa Dault Sesalkan Ada Kekerasan Saat Diksar di Makassar

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Senin, 02 Nov 2015 05:29 WIB
Ketua Pramuka Adhyaksa Dault Sesalkan Ada Kekerasan Saat Diksar di Makassar
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Aksi kekerasan terjadi dalam pendidikan dasar (Diksar) Pramuka di SMK Gunung Sari, Makassar. Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault meminta agar kejadian serupa tak terulang lagi.

"Saya menolak penggunaan kekerasan dalam pendidikan, baik dengan fisik maupun perkataan atau dalam bentuk apapun . Ini merusak psikis dan kepercayaan diri peserta didik, juga mencoreng gerakan pramuka dan profesi guru yang sangat mulia," kata Adhyaksa dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/11/2015).

Menurut mantan Menpora itu, Pramuka tidak identik dengan kekerasan. Para guru juga seharusnya mengawasi jalannya kegiatan di sekolah masing-masing, jangan sampai disalahgunakan untuk ajang perploncoan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Pramuka sendiri tak dikenal istilah diksar (pendidikan dasar). Saya sudah telepon pengurus Kwarda Sulsel yang di Makkassar, ternyata pelaku penganiayaan di SMK Gunung Sari bukanlah Pembina Pramuka dan belum mengikuti tahapan pendidikan kepramukaan," jelas Adhyaksa.

"Lebih baik tidak diwajibkan pakai seragam Pramuka, tapi mereka diberikan pendidikan kepramukaan. Wajar sekali semua orang kaget, karena selama ini Pramuka itu dikenal sebagai kegiatan yang asyik, menyenangkan dan dinantikan anak-anak kita," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, anggota Polsek Tamalate, Makassar, membubarkan kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) SMK Gunung Sari di Jalan Sultan Alauddin, pada Minggu dini hari. Diksar dibubarkan karena diduga ada aksi kekerasan pada 21 siswa peserta yang dilakukan oleh seniornya.

Polisi membubarkan Diksar tersebut pada Minggu (1/11/2015) sekitar pukul 02.00 WITA. Saat itu, salah satu anggota Polsek Tamalate singgah mengisi bensin di SPBU dekat sekolah tersebut. Ketika mendengar suara jeritan, dia lalu memanggil rekan-rekannya yang lain.

Saat anggota Polsek Tamalate menggeruduk tempat pelaksanaan Diksar, ditemukan 21 siswa yang baru saja mendapat siksaan berkedok gemblengan dari seniornya. Selain dipukul, siswa yang mengikuti Diksar sejak hari Jumat ini juga ditetesi lilin panas, disiram air dan merayap disertai jalan jongkok hingga ke lantai 4 gedung sekolah.

Sebanyak 16 panitia Diksar digelandang ke Mapolsek Tamalate untuk penyelidikan lebih lanjut. Salah satunya adalah seorang pelatih berinisial JU yang sempat mengaku sebagai anggota Polri.

Salah satu korban bernama Rizal (15), mengaku ditendang saat merayap dan jalan jongkok hingga ke lantai 4 gedung sekolah.

"Saat push up dan merayap kami ditendang seperti binatang, kami dipaksa telan makanan yang sudah jatuh di tanah," ujar Rizal.

(Hbb/Hbb)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads