"Saya menolak penggunaan kekerasan dalam pendidikan, baik dengan fisik maupun perkataan atau dalam bentuk apapun . Ini merusak psikis dan kepercayaan diri peserta didik, juga mencoreng gerakan pramuka dan profesi guru yang sangat mulia," kata Adhyaksa dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/11/2015).
Menurut mantan Menpora itu, Pramuka tidak identik dengan kekerasan. Para guru juga seharusnya mengawasi jalannya kegiatan di sekolah masing-masing, jangan sampai disalahgunakan untuk ajang perploncoan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lebih baik tidak diwajibkan pakai seragam Pramuka, tapi mereka diberikan pendidikan kepramukaan. Wajar sekali semua orang kaget, karena selama ini Pramuka itu dikenal sebagai kegiatan yang asyik, menyenangkan dan dinantikan anak-anak kita," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, anggota Polsek Tamalate, Makassar, membubarkan kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) SMK Gunung Sari di Jalan Sultan Alauddin, pada Minggu dini hari. Diksar dibubarkan karena diduga ada aksi kekerasan pada 21 siswa peserta yang dilakukan oleh seniornya.
Polisi membubarkan Diksar tersebut pada Minggu (1/11/2015) sekitar pukul 02.00 WITA. Saat itu, salah satu anggota Polsek Tamalate singgah mengisi bensin di SPBU dekat sekolah tersebut. Ketika mendengar suara jeritan, dia lalu memanggil rekan-rekannya yang lain.
Saat anggota Polsek Tamalate menggeruduk tempat pelaksanaan Diksar, ditemukan 21 siswa yang baru saja mendapat siksaan berkedok gemblengan dari seniornya. Selain dipukul, siswa yang mengikuti Diksar sejak hari Jumat ini juga ditetesi lilin panas, disiram air dan merayap disertai jalan jongkok hingga ke lantai 4 gedung sekolah.
Sebanyak 16 panitia Diksar digelandang ke Mapolsek Tamalate untuk penyelidikan lebih lanjut. Salah satunya adalah seorang pelatih berinisial JU yang sempat mengaku sebagai anggota Polri.
Salah satu korban bernama Rizal (15), mengaku ditendang saat merayap dan jalan jongkok hingga ke lantai 4 gedung sekolah.
"Saat push up dan merayap kami ditendang seperti binatang, kami dipaksa telan makanan yang sudah jatuh di tanah," ujar Rizal.
(Hbb/Hbb)











































