Diduga Ada Aksi Kekerasan, Diksar di Makassar Dibubarkan Polisi

Diduga Ada Aksi Kekerasan, Diksar di Makassar Dibubarkan Polisi

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Minggu, 01 Nov 2015 12:26 WIB
Diduga Ada Aksi Kekerasan, Diksar di Makassar Dibubarkan Polisi
Foto: Muhammad Nur Abdurrahman/detikcom
Jakarta - Anggota Polsek Tamalate, Makassar, membubarkan kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) SMK Gunung Sari di Jalan Sultan Alauddin, pada Minggu dini hari. Diksar dibubarkan karena diduga ada aksi kekerasan pada 21 siswa peserta yang dilakukan oleh seniornya.

Polisi membubarkan Diksar tersebut pada Minggu (1/11/2015) sekitar pukul 02.00 WITA. Saat itu, salah satu anggota Polsek Tamalate singgah mengisi bensin di SPBU dekat sekolah tersebut. Ketika mendengar suara jeritan, dia lalu memanggil rekan-rekannya yang lain.

Saat anggota Polsek Tamalate menggeruduk tempat pelaksanaan Diksar, ditemukan 21 siswa yang baru saja mendapat siksaan berkedok gemblengan dari seniornya. Selain dipukul, siswa yang mengikuti Diksar sejak hari Jumat ini juga ditetesi lilin panas, disiram air dan merayap disertai jalan jongkok hingga ke lantai 4 gedung sekolah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 16 panitia Diksar digelandang ke Mapolsek Tamalate untuk penyelidikan lebih lanjut. Salah satunya adalah seorang pelatih berinisial JU yang sempat mengaku sebagai anggota Polri.

Salah satu korban bernama Rizal (15), mengaku ditendang saat merayap dan jalan jongkok hingga ke lantai 4 gedung sekolah.

"Saat push up dan merayap kami ditendang seperti binatang, kami dipaksa telan makanan yang sudah jatuh di tanah," ujar Rizal.

Kapolsek Tamalate Kompol Suaeb Majid yang dihubungi detikcom menyebutkan saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman atas kasus dugaan tindak kekerasan dan perpeloncoan yang dilakukan para senior siswa SMK Gunung Sari.

(mna/imk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads