Massa Ustadz Ba'asyir dari Solo Berangkat ke Jakarta

Massa Ustadz Ba'asyir dari Solo Berangkat ke Jakarta

- detikNews
Rabu, 02 Mar 2005 15:44 WIB
Solo - Untuk memberikan dukungan moral kepada Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Ustadz Abu Bakar Ba'asyir yang akan divonis oleh hakim, Kamis (3/3/2005) besok, ratusan pendukungnya dari Solo dan sekitarnya berangkat ke Jakarta. Sebagian santri Pesantren Al-Mukmin Ngruki bahkan rela membolos demi dukungan bagi salah satu pendiri pesantrennya itu.Ratusan orang di bawah koordinasi MMI LPD Kota Solo tersebut berkumpul di halaman Masjid Baitussalam Tipes, Serengan, Solo. Dari tempat itu pula, Rabu(2/3/2005) sekitar pukul 14.30 WIB mereka secara serentak berangkat menuju ke Jakarta dengan menggunakan 14 bus besar yang nampak penuh sesak.Rombongan dipimpin oleh Ketua LPD MMI Kota Solo, Affif Abdul Majid. Namun demikian, massa tidak hanya berasal dari Solo. Sebagian dari mereka juga datang dari Sragen, Boyolali, Karanganyar, Sukoharjo dan daerah lainnya di sekitar Solo. Bahkan massa dari Tawangmangu yang ikut berangkat mencapai 70 orang, dari jatah 30 orang yang semula direncanakan.Bahkan sebagian santri dari Pesantren Al-Mukmin Ngruki memilih untuk membolos agar bisa ikut berangkat. Seluruh santri putra dari Ma'had Aly dan seluruhsantri putra dari kelas enam KMI ikut berangkat ke Jakarta. "Konsekuensinya besok mereka tidak bisa ikut pelajaran di pesantren," kata Irsyad Fikri, HumasAl-Mukmin kepada wartawan di sela-sela persiapan pemberangkatan rombongan.Fikri juga termasuk salah satu ustadz Al-Mukmin yang ikut berangkat ke Jakarta. Selain dia, para ustadz senior yang juga ikut berangkat, antara lain mantan direktur pesantren Farid Ma'ruf, wakil direktur pesantren Ibnu Chanifah, Kepala KMI Sholeh Ibrahim dan lain-lainnya. Sedangkan direktur pesantren Al-Mukmin Wahyuddin telah berada di Jakarta sejak senin lalu.Salah seorang pimpinan rombongan, Adi Basuki mengatakan, rombongan yang berasal dari kota lain juga berangkat ke Jakarta hari ini. Kedatangan massadari Solo ke Jakarta, menurut dia, sepenuhnya hanya untuk memberikan dukungan moral kepada Ba'asyir yang Kamis besok akan menerima vonis dari hakim dalam kasus tindak pidana terorisme didakwakan kepadanya."Kami tidak akan membuat kekerasan karena memang MMI tidak pernah menghendaki terjadinya kekerasan. Karena itu kami akan terus menjaga agar jangan sampai adaupaya provokasi atau penyusupan yang memancing agar anggota kami melakukan kekerasan. Kami harap aparat keamanan juga tidak memancing hal tersebut terjadi," papar Adi."Sedangkan kepada majelis hakim kami harap dapat bertindak adil dengan membebaskan Ustadz (Ba'asyir -red) karena tidak ada bukti yang memberatkan beliau di persidangan. Saksi memberatkan hanya Natsir bin Abbas itupun sudah dibantah oleh saksi lainnya. Jika ternyata Ustadz masih divonis hukuman, kami meminta para pengacara beliau untuk melakukan banding," lanjutnya. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads