"Untuk bantuan menggunakan data dari Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) di tujuh provinsi yang terdampak kabut asap," ucap Mensos Khofifah di Pekanbaru, sebagaimana dalam rilis, Sabtu (31/10/2015).
Tujuh provinsi tersebut, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, serta Kalimantan Utara dengan 1,44 juta warga Rp 1,262 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Stok logistik CBP dipastikan aman, bupati/walikota dan gubernur bisa mengluarkan beras 100-200 ton beras, di atas 200 ton menjadi kewenangan Mensos," paparnya.
Khofifah menegaskan keseriusan pemerintah membantu korban asap, salah satunya ditunjukkan dengan hadir di tengah-tengah warga. "Saya hadir di Riau, sebagai wujud pemerintah hadir di tengah-tengah warga untuk melakukan proses refleksi bersama," tuturnya.
Saat ini, pemerintah masih memprioritas pemadaman api, memberikan layananan kesehatan seta mendata warga yang terdampak agar mendapatkan bantuan jaminan hidup.
"Dalam situasi udara di atas ambang batas normal, warga bisa mendapatkan sirkulasi udara sehat di rumah singgah dan jika perlu penanganan lebih lanjut disediakan rujukan rumah sakit terdekat," ucap Khafifah.
(bal/idh)











































