"Hari ini laporan saya 358.799 KTP, sudah melewati suara Hanura 357.007 suara ini sesuai suara legislatif 2014 untuk komposisi DPRD," ujar Amalia Ayuningtyas, salah satu Founder Teman Ahok di Markas Taman Ahok, Komplek Graha Pejaten, Jl Pejaten Raya, Sabtu (31/10/2015).
Perempuan yang punya panggilan akrab Lia ini mengatakan hari ini ada tambahan jumlah suara lagi sebanyak 2.800 KTP dari relawan Teman Ahok. Ia juga mengklaim esok hari jumlah dukungan suara untuk Ahok akan melewati suara Partai Demokrat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yulida/detikcom |
Apabila jumlah suara tersebut terus bertambah, ia memprediksi jumlah suara akan bisa melewati jumlah suara Partai Golkar. Teman Ahok sebagai pengumpul KTP tetap optimistis bahwa jumlahnya akan melampaui suara partai di Pileg 2014 untuk wilayah DKI Jakarta.
"Minggu depan Insya Allah sudah bisa melewati Golkar 376.221," imbuhnya.
Acara kumpul-kumpul Teman Ahok ini merupakan bagian dari acara #PiknikSenja yang rutin dilakukan setiap bulan. Dalam Gathering tersebut puluhan Teman Ahok banyak membahas cerita mereka mengumpulkan jumlah KTP hingga alasannya mendukung Ahok.Banyak stan-stand yang menjual merchandise Teman Ahok ditengah acara tersebut, beberapa Teman Ahok ada yang duduk-duduk santai menggelar tikar saat diskusi.
Teman Ahok ini memiliki latar balakang macam-macam, ada yang berlatar belakang guru, entrepreneur, mahasiswa, dan lainnya. Salah satunya relawannya ialah seorang guru di Jakarta Timur yang rajin mengumpulkan KTP dan formulir beserta Teman Ahok lainnya. Saripah dengan rekan guru lainnya telah mengumpulkan 4.900 dukungan untuk Ahok.
"Kita kerja terus, saya kan guru yang kerja gerilya ke kampung-kampung, ke orang tua murid, pengajian. Terus bilang Ibu sudah punya pilihan belum? Lalu kami bilang program Ahok seperti apa dan mereka memang merasakan ada perubahan seperti adanya penerangan jalan, dan ada perbaikan di lingkungannya," kata Saripah yang dulunya mendukung Jokowi saat menjadi Gubernur DKI.
Yulida/detikcom |
Saripah pernah membawa 4.900 dukungan tersebut ke Balaikota, akan tetapi Gubernur DKI itu justru menolaknya dengan alasan ia tidak bisa menerimanya. Ia justru diarahkan Ahok untuk memberikannya ke Teman Ahok.
"Jadi kita pulang sekolah itu langsung turunkan motor-motor. Kadang-kadang mereka tidak tahu bagaimana cara mendukungnya. Jadi, kita arahkan dan bantu. Tidak hanya guru, keluarga guru juga membantu. Saya maunya Pak Ahok maju sebagai calon independen biar partai pada KO," sambung Saripah.
Lain halnya dengan Saripah, Willam seorang entrepreneur berhasil mengumpulkan 10.000 dukungan untuk Ahok. Ia menjaring dukungan untuk Ahok dari melalui booth yang dibuat di kedai kopi, mall, pasar, dan di komunitas-komunitas. Hebohnya lagi, William pernah membuat posko dukungan untuk Ahok di acara nikahan anaknya dan berkontribusi pencetakan formulir dan spanduk untuk Teman Ahok.
"Dalam 3 bulan sudah bisa mengumpulkan 10.500 formulir dan KTP," kata William.
"Pertama kali yang membuat saya terkesan dan mau ikut saya melihat foto waktu beliau menjadi bupati Bangka Belitung. Saya lihat dia duduk di pinggir jalan raya ada sapu dan ember. Jadi itu poto yang saya nilai sebagai pejabat yang mau bekerja," tutupnya. (aws/aws)











































Yulida/detikcom
Yulida/detikcom