Oleh Unisma, JK Dinobatkan sebagai Bapak Perdamaian Indonesia

Oleh Unisma, JK Dinobatkan sebagai Bapak Perdamaian Indonesia

Muhammad Aminudin - detikNews
Sabtu, 31 Okt 2015 13:37 WIB
Oleh Unisma, JK Dinobatkan sebagai Bapak Perdamaian Indonesia
Foto: M Aminudin/detikcom
Malang - Universitas Islam Malang (Unisma) menobatkan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla sebagai Bapak Perdamaian Indonesia. Penobatan itu ditandai dengan pemberian karikatur JK bertuliskan 'Bapak Perdamaian Dunia' dan diberikan langsung oleh Rektor Unisma Prof Maskuri disaat kedatangan Wapres di kampusnya, Sabtu (31/10/2015).

"Bapak Jusuf Kalla ini tokoh yang harus diapresiasi karena berhasil mendamaikan beberapa kasus di Poso dan Aceh," ujar Maskuri dalam pidatonya.

JK dinilai sebagai inspirasi tokoh yang sukses, termasuk dari segi bisnis dan politik yang bisa dicontoh mahasiswa seluruh Indonesia. Dalam kesempatan itu, JK juga meresmikan empat gedung baru. Dia turut melakukan groundbreaking atau penggalian pondasi pertama pembangunan gedung Pascasarjana Unisma dan Rumah Sakit Islam (RSI) Malang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keempat gedung baru yang akan diresmikan, yaitu, gedung Twin B untuk perkuliahan berlantai 7 yang diberi nama gedung Utsman Bin Affan, Rusunawa unit 3 untuk mahasiswa yang diberi nama Ibnu Khaldun. Lalu gedung Yayasan Unisma berlantai 4 yang diberi nama gedung Abu Bakar As Siddiq, dan renovasi Masjid Ainul Yaqin Unisma. Gubernur Jawa Timur Soekarwo ikut hadir mendampingi JK dalam kunjungan kerjanya ini.

"Kehadiran Bapak Jusuf Kalla untuk meresmikan pembangunan gedung baru menjadi kehormatan bagi kami. Yang mana diharapkan membawa berkah dan meningkatkan civitas akademika di Unisma," ungkap Maskuri.

(Foto: M Aminuddin/detikcom)

Menurut JK, pendidikan indikatornya bukan bagaimana besarnya mengeluarkan ijazah. Melainkan apa saja capaian yang dikeluarkan oleh mahasiswa maupun alumni. "Universitas bukan hanya bisa menciptakan keterangan lulus, melainkan khasanah dari capaian yang diraih," tutur JK dalam sambutannya.

Ditambah JK, kemajuan daerah akan bisa berlipat ganda dengan didukung para ahli yang memiliki kompetensi dan universitas memiliki peran menciptakan kondisi itu. "Jawa Timur sudah menjadi pusat pendidikan. Kemajuan yang diraih akan bisa semakin baik dengan dukungan para ahli lulusan universitas," tambah dia.

(bdh/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads