"Ini perilaku pengemudi yang tidak bisa ditolerir. Organda bisa negur langsung Kopaja dan pemilik armada P 20 dan bila perlu sampai memberhentikan pengemudinya karena ini sudah tidak mencerminkan pelayanan ke masyarakat pengguna angkutan umum," ujar Ketua DPD Organda DKI Shafruhan Sinungan saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (31/10/2015).
Shafruhan berharap kelak jika Kopaja sudah terintegrasi dengan manjemen TransJakarta, tidak ada lagi sopir bandel seperti ini. Mereka tidak perlu ngetem dan kebut-kebutan mencari setoran karena nantinya akan dibayar dengan sistem gaji dari rupiah per kilometer (Rp/Km).
"Organda berharap segera setelah selesai urusan administrasi yang berkaitan dengan TransJakarta pelayanan dari bus Kopaja ini bisa benar baik dan dirasakan oleh masyarakat karena tidak lagi mengejar setoran. Sebab bus-bus Kopaja akan dibayar Rp/Km," terangnya.
"Selama ini target setoran ditentukan oleh pemilik," tutup Shafruhan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, saking sepinya penumpang bus jurusan Senen-Lebak Bulus ini, sopirnya nekat mengitari jalan di kawasan Kuningan, Jaksel sampai 2 kali! Hal itu terjadi pada pukul 21.15 WIB, Jumat (30/10).
Hanya ada 3 penumpang di dalam bus membuat si sopir memutar busnya nekat putar balik di Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel. Bus berputar tepat di putaran balik dekat Kementerian Kesehatan RI. Melihat itu, salah seorang penumpang yang naik dari Halte Pasar Festival pun sewot.
"Kok putar balik sih?!" teriak penumpang laki-laki yang duduk di kursi belakang.
"Ya sabar lah Pak, kita mau nyari setoran," jawab si sopir enteng.
Kesal mendengar itu, sang penumpang itu pun menghampiri kemudi dan protes kepada kernet yang duduk di samping sopir.
"Eh, gue sudah bayar ya. Kenapa pakai mutar lagi sih?" protes pemuda berjaket loreng itu.
"Sabarlah. Buru-buru Pak? Ya sudah ini uangnya dikembalikan silakan naik bus yang lain," kata kernet saat bus sudah putar balik kembali di depan RS MMC yang persis berada di samping Pasar Festival.
"Ya komplainlah gue! Justru gue naik bus ini supaya cepat kok. Gue baru mau ganti bus lain kalau turunnya di halte busway!" sewot penumpang itu dengan muka kesal.
Bus Kopaja AC itu sendiri memilih keluar jalur busway agar dapat ngetem di depan Pasar Festival. Setelah satu penumpang baru naik, bus itu pun kembali masuk ke jalur busway.
Tak lama kemudian, bus ini pun kembali ngetem di bawah jembatan Jalan Baru yang merupakan persimpangan dari Kuningan menuju Casablanca. Lagi-lagi bus ngetem menunggu penumpang dan memberi setoran kepada beberapa 'penunggu' bus kopaja yang kerap menanti di lokasi tersebut.
Meski penumpang mulai naik satu per satu, namun tidak dapat menutupi kekesalan penumpang yang tadi sewot. "Selowlah Pak. Kita ini sama-sama cari duit. Dari Senen kami sudah 24 jam. Enggak enak jadi orang susah!" kata kernet sambil menagih recehan ongkos bus. (aws/dhn)











































