Ditemui di lokasi usai menyisir Jl Medan Merdeka, Jakpus, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian mengatakan pihaknya menurukan 11.000 personel gabungan untuk membubarkan aksi demo buruh. Pasalnya massa sebelumnya ingin bertahan di depan Istana Merdeka meski waktu sudah malam.
"Untuk membubarkan masa kurang lebih ada 11.000 personel gabungan Polri,TNI, Kodam, dan Satpol PP. Massa sendiri lebih kurangnya sekitar 2.000-3.000 orang," ujar Tito di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2015) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu dialog dengan teman-teman pimpinan buruh mereka sepakat akan bubar sampai jam 18.00 WIB. Kenyataannya memang ada yang membubarkan diri tapi ada juga yang bertahan meski telah diingatkan. Sesuai UU maka kami harus melakukan langkah-langkah pembubaran," ucapnya.
Tindakan pembubaran massa ini tidak serta merta dilakukan tanpa sebab. Tito mengatakan pembubaran ini sudah sesuai dengan kewenangan dan juga dikarenakan aksi buruh sudah menjadi gangguan publik.
"Kasihan masyarakat seharian jalan ditutup. Sehingga akhirnya kita lakukan langkah-langkah sesuai tata aturan berlaku di kepolisian dengan peringatan seperti penyemprotan water cannon dan juga gas air mata," jelas Tito.
Diberitakan sebelumnya, massa yang bertahan di depan Istana Negara sejak siang tadi akhirnya berhasil dibubarkan. Setelah pihak kepolisian melakukan langkah-langkah untuk pembubaran paksa, pada pukul 20.23 WIB massa akhirnya membubarkan diri. (adit/elz)











































