"Keram atau kaku otot bukan karena kena gas air mata, tapi bisa karena kecapean atau karena terkena sengatan matahari atau karena gangguan elektrolit tubuh contohnya Natrium, Kalium dan sebagainya," kata Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Musyafak kepada detikcom, Jumat (30/10/2015).
Musyafak menyarankan, ketika terserang keram otot sebaiknya beristirahat di tempat yang dingin. "Serta minum air yang diberi garam beryodium," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau cepet ditangani cepet pulih, tidak sampai 10 menit sudah beres," tutupnya.
Massa buruh yang berdemo di depan Istana Merdeka akhirnya berhasil dipukul mundur polisi. Satu buruh mengalami cedera usai polisi menembakkan gas air mata.
"Ini kram otot, kaku badannya," ujar salah seorang petugas medis ketika dikonfirmasi di lokasi demo.
Awalnya buruh yang belum diketahui identitasnya ini mengenakan seragam berwarna biru merah. Namun oleh petugas medis baju pria setengah baya itu dilepas sehingga ia hanya mengenakan singlet dan celana jeans panjang.
Badan korban terlihat kaku dan matanya berair serta terlihat berwarna merah. Oleh petugas tim medis, buruh berperawakan gemuk tersebut diangkat dengan menggunakan tandu menuju mobil ambulans yang sudah berjaga di sekitar lokasi.
"(Mata berair) kena gas air mata," petugas medis yang sama memberi keterangan. (mei/dhn)











































