Buruh yang Berdemo Ada yang Cedera Otot, Begini Cara Mengatasinya

Buruh yang Berdemo Ada yang Cedera Otot, Begini Cara Mengatasinya

Mei Amelia R - detikNews
Jumat, 30 Okt 2015 22:42 WIB
Buruh yang Berdemo Ada yang Cedera Otot, Begini Cara Mengatasinya
Foto: Aditya Fajar/detikcom
Jakarta - Seorang pengunjuk rasa di depan Istana Merdeka mengalami keram otot setelah polisi menembakkan gas air mata dalam upaya pembubaran secara paksa. Cedera yang dialami oleh pengunjuk rasa itu bukan karena tembakan gas air mata.

"Keram atau kaku otot bukan karena kena gas air mata, tapi bisa karena kecapean atau karena terkena sengatan matahari atau karena gangguan elektrolit tubuh contohnya Natrium, Kalium dan sebagainya," kata Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Musyafak kepada detikcom, Jumat (30/10/2015).

Musyafak menyarankan, ketika terserang keram otot sebaiknya beristirahat di tempat yang dingin. "Serta minum air yang diberi garam beryodium," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lamanya pemulihan otot yang keram tergantung seberapa besat otot yang mengalami kekakuan serta tergantung dari cepat atau lambatnya penanganan.

"Kalau cepet ditangani cepet pulih, tidak sampai 10 menit sudah beres," tutupnya.

Massa buruh yang berdemo di depan Istana Merdeka akhirnya berhasil dipukul mundur polisi. Satu buruh mengalami cedera usai polisi menembakkan gas air mata.

"Ini kram otot, kaku badannya," ujar salah seorang petugas medis ketika dikonfirmasi di lokasi demo.

Awalnya buruh yang belum diketahui identitasnya ini mengenakan seragam berwarna biru merah. Namun oleh petugas medis baju pria setengah baya itu dilepas sehingga ia hanya mengenakan singlet dan celana jeans panjang.

Badan korban terlihat kaku dan matanya berair serta terlihat berwarna merah. Oleh petugas tim medis, buruh berperawakan gemuk tersebut diangkat dengan menggunakan tandu menuju mobil ambulans yang sudah berjaga di sekitar lokasi.

"(Mata berair) kena gas air mata," petugas medis yang sama memberi keterangan. (mei/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads