Dalam paripurna malam ini, lebih banyak kursi kosong dibandingkan agenda pembahasan RAPBN 2016. Meski demikian, saat paripurna baru dibuka oleh Taufik Kurniawan, interupsi langsung ramai.
Pertama diawali oleh anggota Fraksi NasDem Akbar Faizal. Dia menyindir Wakil Ketua Komisi IV dari Fraksi PAN Viva Yoga Mauladi sebagai inisiator pembentukan interpelasi kebakaran hutan dan lahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mekanisme ini sudah kita pakai. Saya sebagai anggota DPR hanya memberikan pengusulan. Tapi, saya yang tidak tahu atau sahabat saya Viva Yoga Mauladi yang mengusulkan itu mendapatkan hak keistimewaan dalam paripurna ini," ujar Akbar di ruang paripurna, Nusantara II, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (30/10/2015).
Pernyataan Akbar direspons oleh anggota Fraksi PDIP Ono Surono. Dia mengatakan interpelasi ini bisa diterapkan berbarengan dengan pembentukan pansus. "Akan kita bicarakan interpelasi, kalau terkait bidang kesehatan bisa dilakukan komisi terkait, komisi III bisa dikaitkan dengan mitra kerja kepolisian," ujarnya menganalogikan.
Adapun anggota fraksi dari Gerindra Edhy Prabowo menjelaskan interplasi ini menjadi semangat DPR sebagai sikap kepedulian terhadap bencana asap yang terjadi sejumlah di daerah. "Pansus jadi semangat kegelisahan menyikapi akhir-akhir ini tentang bencana asap yang terjadi di enam provinsi. Ini sudah lama terjadi, atas desakan dan kelihan di sini. 40 Juta lebih masyarakat terkena asap," ujar Edhy.
Awalnya, anggota DPR memang akan membentuk Pansus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Usul pembentukan pansus ini mendapat banyak dukungan DPR. Namun tba-tiba yang diajukan di paripurna adalah interpelasi kebakaran hutan dan lahan. (hty/tor)











































