Poin penolakan Gerindra dan mayoritas fraksi dalam RAPBN 2016 adalah tentang adanya penyertaan modal negara (PMN) untuk BUMN. Presiden Joko Widodo sudah mengutus Menkeu Bambang Brodjonegoro bertemu dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto.
Prabowo menyampaikan bahwa PMN lebih baik dialihkan untuk dana desa serta dana untuk korban bencana. Menkeu Bambang pun disebut menjanjikan penundaan PMN tersebut dan peruntukkannya dialihkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Menko Polhukam Luhut Pandjaitan juga sudah menemui pimpinan DPR atas penugasan dari Presiden Joko Widodo. Luhut disebut juga tidak keberatan PMN dihapuskan.
Hasil lobi-lobi itu dipertimbangkan oleh Gerindra. Apalagi, pemerintah sudah memberikan isyarat mengalah.
"Jam-jam ini menentukan. (Arahan Prabowo) ikuti paripurna ini dengan baik. Saya mau dengar dulu (jalannya paripurna)," ujar Ketua Fraksi Gerindra ini.
Lalu, apakah akan ada perubahan sikap dari Gerindra?
"Kalau di-hold, PMN BUMN bisa diperuntukkan dana-dana produktif untuk bantu korban PHK, korban asap, sektor-sektor bantuan, kita mempertimbangkan untuk ubah pandangan," ucap Muzani.
(imk/dnu)











































