Lobi Berlarut-larut, Skors Paripurna RAPBN 2016 Molor Satu Jam

Lobi Berlarut-larut, Skors Paripurna RAPBN 2016 Molor Satu Jam

M Iqbal - detikNews
Jumat, 30 Okt 2015 20:18 WIB
Lobi Berlarut-larut, Skors Paripurna RAPBN 2016 Molor Satu Jam
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Rapat paripurna pengesahan RAPBN 2016 berjalan alot sejak mulai siang tadi, meski sebenarnya hanya Fraksi Gerindra yang menolak. Malam ini setelah skorsing kedua lewat satu jam, rapat belum juga dimulai.

Skorsing rapat paripurna pembahasan RAPBN 2016 itu diketok mulai pukul 17.10 WIB di ruang rapat paripurna gedung DPR, Jakarta, Jumat (30/10/2015). Skorsing disepakati hingga pukul 19.00 WIB.

Namun hingga pukul 20.13 WIB atau sudah molor satu jam lebih rapat belum juga dimulai. Soal molornya waktu rapat paripurna memang bukan hal baru, bahkan mungkin sudah menjadi kelaziman bagi para anggota DPR RI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal jika diingat, kepemimpinan DPR periode 20014-2019 di bawah Setya Novanto sempat membuat gebrakan dengan memulai sidang perdana tepat pada pukul 09.00 WIB dihadiri mayoritas anggota. Tapi hanya sekali itu saja.

Skorsing malam ini ditujukan untuk merumuskan redaksional pengesahan RAPBN 2016, karena ada penolakan dari Fraksi Gerindra dan banyaknya catatan dari fraksi-fraksi lain. Perumusan itu dilakukan dalam forum lobi.

Entah di mana lobi pimpinan itu digelar, sebab Setya Novanto justru tengah ke luar menghadiri acara MKGR dan Fadli Zon menemui Prabowo Subianto untuk membahas kelanjutan pengesahan RAPBN 2016. Keduanya belum tampak kembali ke DPR.

Sementara itu pantauan di ruang rapat paripurna seratusan anggota DPR tampak sudah hadir, ada yang duduk, mengobrol dan sebagian lain berada di luar ruangan. Beberapa anggota DPR lainnya tampak baru hadir.

Sebagaimana diketahui, RAPBN tahun 2016 harus disahkan paling telat pukul 24.00 WIB malam ini. Jika melebihi waktu tersebut, maka artinya DPR tak memberikan persetujuan. Konsekuensinya, pemerintah hanya bisa menggunakan anggaran APBN-P tahun 2015. (bal/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads