Hadiri Event Budaya, Gubernur Ganjar Diminta Beri Nama Bayi hinga Baca Puisi

Hadiri Event Budaya, Gubernur Ganjar Diminta Beri Nama Bayi hinga Baca Puisi

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 30 Okt 2015 19:24 WIB
Hadiri Event Budaya, Gubernur Ganjar Diminta Beri Nama Bayi hinga Baca Puisi
Foto: Angling Adhitya P/detikcom
Purworejo - Kantor Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah yang jauh dari hingar bingar kota, siang tadi hingga petang ramai dengan pagelaran seni dan ribuan warga yang menonton. Bahkan seniman Sawung Jabo ikut meramaikan bersama Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Berbagai atraksi disuguhkan dalam acara Silaturahmi Budaya yang berlangsung meriah itu, antara lain Karawitan Puspito Laras, Penthulan Gowong, Kemprangan Brunorejo, Calung SMA Islam Sudirman Bruno, Tayub Puspito Laras, Tari Topeng, dan Kuda Lumping Sri Mardi Budoyo.


Halaman kantor Kecamatan Bruno pun disulap menjadi panggung seni berhias daun jati, blarak pohon kelapa, dan bambu oleh seniman Magelang Tanto Mendut. Seniman itu juga memimpin Komunitas Lima Gunung yang mempersembahkan tarian Ritus Bedhayan Ndolalak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di akhir tarian, para penari membawa topi Ndolalak dan mewisuda Ganjar sebagai Putra Ndolalak sekaligus untuk memperingati hari ulang tahun Ganjar ke-47 pada tanggal 28 Oktober lalu.

"Mas Ganjar sudah diwisuda jadi Putra Ndolalak, sudah dianggap warga kehormatan Bruno. Jangan dilepas ya mas, kalau upacara di Semarang di pakai," canda pembawa acara, Sih Agung yang juga seorang Seniman, Jumat (30/10/2015).


Selanjutnya acara dilanjutkan dengan interaksi antara Ganjar dan warga. Tidak diduga ternyata yang maju pertama kali adalah wanita hamil 8 bulan bernama Sohifah. IaΒ  punya keinginan agar anaknya yang akan lahir diberi nama oleh Ganjar.

"Aku kalau memberi nama bayi harus tirakatan dulu. Gini saja aku minta nomor Handphone-mu, jenenge tak SMS (namanya kirim lewat SMS)," kata Ganjar kepada suami Sohifah, Mujib yang menyusul ke panggung.

"Ini anak pertama? Jangan banyak-banyak anaknya. KB, ya," imbuh Ganjar.

Usai itu acara kembali berlanjut dengan penampilan Sawung Jabo dan rekan-rekannya. Namun sebelum bernyanyi, Jabo meminta Ganjar membacakan puisi berjudul "Hening". Politisi PDIP itu pun tidak bisa menolak dan membacanya dengan iringan gitar Jabo.


Setelah itu Jabo menyanyikan beberapa lagu diantaranya "Bento" dan "di Atas Langit Masih ada Langit". Sesi sambung rasa antara Ganjar dan warga pun berlanjut, unek-unek warga pun terlontar salah satunya keinginan adanya SMK di Kecamatan yang jauh dari kota itu.

Acara berlangsung hingga petang. Sebagai penutup, ditampilkan Tari Ndolalak oleh para gadis dari Desa Kaliwungu, Kecamatan Bruno. Para penari itu juga menarik Ganjar dan warga untuk ikut menari bersama.

Tarian Ganjar tidak berlangsung lama karena dikerubuti warga yang ingin berfoto. Kemudian saat Ganjar mulai beranjak berpamitan dan berjalan menuju mobilnya, ada peristiwa beberapa penari topeng kesurupan dan langsung ditangani beberapa orang. (alg/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads